This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 03 Desember 2013

Terkini Arema V Umm (Uji Coba) Dalam Angka

Arema trend ini datangkan pemain dan instruktur yang berdasarkan kami dapat kembalikan abjad malangan. Mereka didatangkan untuk menambah pemain yang sudah di kontrak yaitu Ahmad Bustomi, Juan Revi, Arif Suyono, Samsul Arif dan instruktur yang selamatkan Arema dari lubang degradasi ISL trend 2012 Coach Suharno.
Sabtu, 30 November 2013 kemudian bertempat di Std Gajayana, Arema lakukan uji coba dengan tantang tim amatir UMM yang juga diperkuat eks pemain Persema dan Persela FX Yanuar di lini belakang. Hasilnya sudah sangat dapat ditebak, Arema menang dengan skor 5-0 yang semua Goal di ciptakan pada babak pertama.
Berikut data statistik yang kami catat di langgar uji coba yang di padati Aremania/nita ini

Ini yaitu awalan bagi kami untuk memberi info berupa statistik permainan tim maupun secara individual pemain. Semoga kami dapat membantu tim Arema maupun Aremania/ nita di setiap langgar Pre Season maupun ISL trend kompetisi 2014 (BS)

Terkini Arema V Umm (Uji Coba) Dalam Angka

Arema trend ini datangkan pemain dan instruktur yang berdasarkan kami dapat kembalikan abjad malangan. Mereka didatangkan untuk menambah pemain yang sudah di kontrak yaitu Ahmad Bustomi, Juan Revi, Arif Suyono, Samsul Arif dan instruktur yang selamatkan Arema dari lubang degradasi ISL trend 2012 Coach Suharno.
Sabtu, 30 November 2013 kemudian bertempat di Std Gajayana, Arema lakukan uji coba dengan tantang tim amatir UMM yang juga diperkuat eks pemain Persema dan Persela FX Yanuar di lini belakang. Hasilnya sudah sangat dapat ditebak, Arema menang dengan skor 5-0 yang semua Goal di ciptakan pada babak pertama.
Berikut data statistik yang kami catat di langgar uji coba yang di padati Aremania/nita ini

Ini yaitu awalan bagi kami untuk memberi info berupa statistik permainan tim maupun secara individual pemain. Semoga kami dapat membantu tim Arema maupun Aremania/ nita di setiap langgar Pre Season maupun ISL trend kompetisi 2014 (BS)

Senin, 24 Juni 2013

Terkini Seni Mengajar Ala Instruktur Top Sepak Bola Dunia


"Olahraga sepakbola diakui digandrungi sebagian besar masyarakat di dunia ini. Banyak pelajaran yang sejatinya bisa kita petik dari dunia sepakbola. Salah satunya yakni seni instruktur top dunia menyebarkan potensi para pemainnya."

Olahraga sepakbola diakui digandrungi sebagian besar masyarakat di dunia ini Terkini Seni Mengajar ala Pelatih Top Sepak Bola Dunia
Dalam sepakbola modern, para instruktur sekaligus bertindak sebagai manajer tim. Mereka memantau talenta para pemain, membesarkan pemain, serta meracik taktik sesuai potensi diri pemain. Dengan lisensi kepelatihan yang ketat, mereka dituntut mempunyai kecerdasan intelektual. emosional, moral, dan sosial dalam menangani dan membina pemain. Mereka berjiwa edukatif dan memahami psikologi pemain.

Sebut saja Josep Guardiola yang bisa membesarkan Barcelona semenjak tahun 2009 hingga 2012. Dari instruktur yang demam isu depan menangani Bayern Muenchen itu, kita bisa mencar ilmu bahwa dalam melatih atau mengajar, kasih sayang juga penting selain taktik permainan yang brilian. Di tangannya, Lionel Messi bisa menemukan potensi dan abjad permainan. Kepada Jose Mourinho, kita bisa mencar ilmu perihal diam-diam melatih yang baik, disiplin, dan penuh prestasi. Begitu pula dengan Alex Ferguson yang beberapa waktu kemudian tetapkan pensiun sebagai pelatih. Pemain besar semacam David Beckham dan Ronaldo takkan melupakan jasanya dikala selagi muda berada di Manchester United.

Sebagai pelatih, mereka tidak cuma memberikan taktik dan taktik tim, tetapi juga penggemblengan mental dan pembangunan abjad pemain. Belajar dari mereka, guru tentu tidak hanya bertanggung jawab memberikan bahan pelajaran, tetapi juga harus sanggup mengayomi, mengapresiasi setiap siswanya, dan memperlihatkan teladan yang baik di dalam kelas maupun luar kelas (hlm. 13-14). Pengayoman ini tidak hanya tertujukan kepada siswa yang berperangai baik, tetapi juga berperangai kurang baik. Itulah yang dilakukan Roberto Mancini dikala berhadapan dengan Mario Balotelli yang dikenal sulit dikendalikan.

Sebagaimana instruktur top sepakbola dunia, guru dituntut memahami kepribadian setiap siswa, baik sisi positif maupun negatifnya. Kesanggupan memahami kepribadian para pemain juga dicontohkan Antonio Conte yang berhasil membawa Juventus juara Liga Italia demam isu 2011-2012 dan demam isu 2012-2013. Conte mempunyai pendekatan berbeda-beda dengan nuansa edukatif dan penuh motivasi sesuai dengan abjad setiap pemainnya. Tak jauh berbeda dengan dunia pendidikan, guru pun harus mengayomi semua siswanya dari segala usia. Pengayoman ini penting dilakukan sembari memahami abjad siswa (hlm.28-29).

Kalau kita saksikan, instruktur top sepakbola dunia yang berhadap-hadapan dengan pemain yang pembangkang selalu memperlihatkan hukuman atau penegakan kedisiplinan, namun mereka tidak pilih kasih. Pelatih top sepakbola dunia percaya pemain bandelnya bisa merubah diri dan tetap dimainkan apabila dinilai layak main dan telah memperbaiki sikap. Itulah yang perlu ditiru guru dikala berhadapan dengan siswa yang bandel, pemalas, dan kurang disiplin yang kerapkali ditemui dalam dunia pendidikan (hlm. 46-47).

Belajar dari instruktur top sepakbola dunia, guru harus bertindak sebagai orangtua dan sahabat. Apabila guru ibarat itu, maka akan lebih bisa menyelami hati setiap siswa. Belajar dari instruktur top dunia, guru jangan hanya suka berkomunikasi dan mengapresiasi siswa yang berprestasi akademik tinggi, tetapi juga kepada siswa yang prestasi akademiknya rendah. Setiap siswa itu unik dan mempunyai kelebihannya masing-masing.

Dalam hal ini, perlu disadari, setiap siswa dilahirkan dengan potensi dan keunikannya masing-masing. Pada dasarnya, setiap siswa itu cerdas. Merupakan kiprah penting pendidikan untuk membantu siswa menjadi langsung yang autentik (authentic dalam bahasa Inggris) dengan mengenali dan menyebarkan kecerdasannya masing-masing. Kata “authentic” berasal dari dua kata, yakni “autos” yang berarti diri dan “hentes” yang berarti asli. Pribadi yang autentik berarti menjadi diri sendiri. Dengan kata lain, kecerdasan siswa yang khas perlu diberi ruang aktualisasi supaya tidak terpendam dan mati. Begitulah yang dilakukan para instruktur top sepakbola dunia terhadap para pemainnya. Kelebihan dan keunikan setiap pemain asuhannya senantiasa dihargai.

Bagi guru yang kreatif dan berpikir terbuka, semangat instruktur top sepakbola dunia dalam membina dan menyebarkan para pemainnya perlu diadopsi dalam proses mencar ilmu mengajar. Mereka bisa dijadikan sosok-sosok inspiratif dalam cara menjadi guru bagi siswa-siswa di sekolah. Kebahagiaan seorang guru yakni apabila bisa menyebarkan potensi siswanya. Guru akan berbahagia dikala menyaksikan siswanya mempunyai kemampuan dan kecakapan untuk menjalankan kehidupan. Buku ini menarik dibaca supaya guru tak sekadar puas masuk kelas dan mengajar, tetapi juga bisa membesarkan siswa-siswanya sesuai potensi yang dimiliki siswa.

Apakah Anda tertantang menjadi guru inspiratif yang menghasilkan siswa-siswi berprestasi ? Buku ini pantas berada di tangan anda.
*) Pegiat Pena Profetik Yogyakarta

Selasa, 18 Juni 2013

Terkini M Ridhuan - Never Say Goodbye

Akhirnya isu itu secara resmi dirilis oleh pihak Manajemen dan disampaikan secara eksklusif kepada sang pemain.
Pekan kemudian saya dikejutkan oleh isu yang mengabarkan bahwa winger andalan Arema selama 3 isu terkini ini yakni M Ridhuan diputus kontraknya oleh manajemen, tapi anehnya Ridhuan masih juga mengikuti sesi latihan meski isu tersebut sebetulnya sudah menghiasi media massa lokal dan nasional, bahkan pada pertandingan melawan Persipura beberapa hari yang kemudian Ridhuan masih hadir di stadion kanjuruhan memperlihatkan pemberian kepada rekan-rekannya yang bertanding di lapangan.

Akhirnya isu itu secara resmi dirilis oleh pihak Manajemen dan disampaikan secara langs Terkini M Ridhuan - Never Say Goodbye

Sebuah pertanyaan besar di benak saya jikalau memang benar dipecat kenapa Ridhuan masih berlatih bersama tim?. Akhirnya pertanyaan saya menemukan jawabannya dengan tegas administrasi memberikan keputusan untuk memutus kontrak M Ridhuan dengan alasan donasi yang minim kepada tim isu terkini ini. Berikut sedikit memori yang masih terekam dalam ingatan saya mengenai sosok pemain yang telah 3 kali berganti nomor punggung ini yakni 6, 8 dan 86 selama berseragam Arema.

KEDATANGAN
Kedatangan M Ridhuan diluar prediksi sebelumnya, di tengah gencarnya desas desus Arema akan diperkuat Trio Timnas Singapura (Noh Alam Shah, Baihakki, Mustafic Fakhruddin).

Ridhuan mengobati kekecewaan Aremania alasannya ialah hadir disaat Baihakki dan Mustafic gagal berlabuh ke Arema. Namanya mungkin tidak setenar dua nama sebelumnya yang gagal berlabuh ke Arema, tapi berkat jaminan kualitas dari Noh Alam Shah dan sesuai dengan denah permainan yang akan diusung coach Robert Rene Albert menciptakan Ridhuan berubah menjadi menjadi kekuatan yang angker dengan denah Arema yakni 4-2-3-1.

Kinerja dua sayap yaitu M.Ridhuan di sisi kanan dan M. Fakhruddin disisi kiri menciptakan Arema sangat digdaya, dan inilah kali pertama indonesia disugukan permainan yang seimbang antara playmaker di posisi midfielder dan winger sama bagusnya.

GOL PENTING
Penantian M Ridhuan cukup panjang untuk mencetak Goal pertamanya bagi Arema, di putaran kedua barulah hal itu bisa dipersembahkan oleh M.Ridhuan.

Bertanding di sangkar lawan yang merupakan sangkar daerah lahirnya Arema, stadion Gajayana Malang, menciptakan atmosfer pertandingan menjadi sangat berbeda. Pertandingan berjalan keras dan kesannya ridhuan bisa mencetak Goal ke 3 Arema pada pertandingan tersebut, sebuah selebrasi yang sangat emosional dipertunjukkan oleh Ridhuan, sebuah momen yang saya yakin tidak akan pernah dilupakan oleh sang pemain seumur hidupnya.

Bertanding eksklusif di hadapan Presiden di Indonesia merupakan hal yang spesial, tapi bagi Ridhuan ini bukanlah kali pertama beliau bertanding di hadapan seorang kepala negara. Terang saja, bermain di bawah pemberian Aremania yang tak pernah berhenti bernyanyi selama 90 menit pertandingan kesannya ridhuan bisa menjebol gawang persitara, sebuah selebrasi perilaku hormat pun diberikan kepada presiden SBY oleh Ridhuan.

Akhirnya isu itu secara resmi dirilis oleh pihak Manajemen dan disampaikan secara langs Terkini M Ridhuan - Never Say Goodbye

Gol terakhir Ridhuan di ajang resmi (kompetisi reguler) bersama Arema tercatat pada tanggal 24 juni 2012 melawan Persiba Balikpapan di stadion kanjuruhan. Sebuah tendangan bebas yang indah bisa menjebol gawang Persiba pada menit 31, dan menyerupai biasa selebrasi Ridhuan tetap penuh makna, Goal tersebut dipersembahkannya untuk sang kekasih yang tak kenal lelah menemani keseharian dari Ridhuan.

MOMEN PENTING
Bertandang ke Markas PSPS pekanbaru, Arema yang kala itu dilatih Robert Albert mengusung misi mengunci gelar juara di Pekanbaru.

Tentu saja, PSPS tak rela markasnya menjadi daerah pesta Arema. Benar saja permainan berlangsung keras, sempat terjadi insiden antara Ridhuan dengan pemain dan official PSPS, dan pertandingan pun terhenti beberapa saat, sebuah semangat yang seolah-olah memperlihatkan bahwa Ridhuan ingin berpesta ketika ini, dan peluit final pun mengantarkan Arema merengkuh gelar ISL pertamanya, pertandingan yang mengesankan waktu itu dan final yang menggembirakan.

Setelah bisa mengantarkan Arema menjadi juara ISL dan runner up Piala Indonesia, sempurna beberapa hari sehabis final Piala Indonesia, dikabarkan bahwa Noh Alam Shah dan Ridhuan telah resmi bergabung dengan Sriwijaya Cc tim yang mengalahkan Arema di final piala Indonesia.

Sebuah isu yang sangat mengejutkan waktu itu, tapi yang tak kalah mengejutkan lagi ialah keputusan mereka untuk kembali ke Arema, meski telah 2 hari berada di Palembang markas Sriwijaya Fc. Rasa cinta mereka yang sangat besar kepada Aremania menjadi alasan mereka untuk kembali dan membatalkan niat untuk bergabung dengan Sriwijaya.

Musim 2010/2011 keberadaan Ridhuan memang tidak tergantikan. Namun, memasuki 3 pertandingan terakhir tidak ada nama duo singapura dalam line up dan di kursi cadangan, keduanya hanya berada di tribun penonton.

Dualisme di badan Arema memasuki isu terkini 2011/2012. Awalnya ridhuan menentukan untuk bergabung ke Arema IPL yang memang juga dihuni secara umum dikuasai kawan-kawannya di Arema isu terkini 2010/2011, di tengah dualisme yang terjadi Ridhuan berpesan melalui televisi nasional, biar Aremania tetap menjaga persatuan dan tetap memperlihatkan pemberian kepada Arema.

Namun di tengah isu terkini Ridhuan memutuskan untuk mengakhiri kebersamaan dengan Arema IPL mengikuti jejak rekan-rekannya yang lain. Di setengah isu terkini bersama Arema ISL ridhuan turut membantu Arema ISL untuk lolos dari degradasi.

Melakukan agresi protes terhadap sponsor merupakan hal yang sangat jarang dilakukan oleh pemain manapun, namun mengikuti jejak APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) yang melaksanakan agresi mogok main selama 1 menit. Ridhuan pernah menutupi logo sponsor di jersey Arema ISL sebagai wujud protes atas tidak terpenuhinya haknya sebagai pemain.

Akhirnya isu itu secara resmi dirilis oleh pihak Manajemen dan disampaikan secara langs Terkini M Ridhuan - Never Say Goodbye

Sebagai seorang insan biasa Ridhuan memang mempunyai keterbatasan dan kesalahan, tapi sebagai sosok yang pernah berjuang bersama Arema, Ridhuan tetaplah sosok yang luar biasa. Keringat darah dan air mata telah pernah beliau berikan untuk Arema selama 3 tahun kebersamaannya bersama Arema, sama menyerupai pemain lain yang pernah berjuang bersama Arema.

Mari kita bahu-membahu menghargai apa yang telah Ridhuan dan mantan-mantan pemain Arema lain berikan pada Arema, tak perlu dalam bentuk nama stadion, tak perlu dalam bentuk nama tribun, tak perlu dalam bentuk patung perunggu. Tapi berilah penghargaan yang memang sudah menjadi hak ridhuan dan mantan-mantan pemain Arema lain. Never say goodbye Great MR 86, alasannya ialah tak ada perpisahan diantara kita alasannya ialah salam kita tetap

Salam Satu Jiwa...

(Oleh Syahrul Sajidin/Aremania yang ketika ini sedang menempuh pendidikan Hukum S2 Di Brawijaya)

Kamis, 03 Januari 2013

Terkini Peristiwa Diego Mendieta, Saat Para Elite Buta Mata Dan Hati


Sudah sepantasnya para elit politik kita mawas diri, terutama bagi mereka yang suka memelihara konflik dan menerima laba bahan dari iklim sepakbola yang tidak kondusif. Para jampuk kesiangan ini laksana getah yang dibawa ke semak, kasus yang sudah kusut menjadi teramat kusut alasannya perbuatan mereka.

Apakah layak para elit itu masih terus bermain dalam bara konflik, membuat banyak halilintar namun tiada hujan yang tercipta, sementara tidak sedikit korban yang berjatuhan disana-sini baik Tim Nasional, klub sampai para pemain.

Dua tahun terakhir sepakbola Indonesia laksana berjudi dengan nasib. Konflik pelik yang melahirkan dualisme kompetisi bukannya melahirkan kekuatan terbaik untuk mendorong Indonesia bersaing dalam tatanan sepakbola Asia, namun hanya menghasilkan pujian semu, kemenangan sorak meski kalah bersabung.

Rasanya gres kemarin kita menyaksikan Timnas Indonesia jatuh ke jurang keterpurukan, para suporter yang menjadi tumbal konflik, dan kini Diego Mendieta pemain Persis Solo di Divisi Utama PT Liga Indonesia meregang nyawa di tengah minimnya agresi manusiawi oleh para elit yang masih memikirkan perutnya sendiri ketimbang nasib sesama manusia.

 Sudah sepantasnya para elit politik kita mawas diri Terkini Tragedi Diego Mendieta, Ketika Para Elite Buta Mata dan Hati

Diego Mendieta meninggal dunia sesudah terjangkit virus yang menjalar ke bab badan sampai otaknya, serta jamur candidiasis di bab tenggorokan sampai pencernaan. Pemain yang lahir pada 13 Juni 1980 ini meninggalkan sepakbola Indonesia dengan menyisakan cerita ironis dan menjadi tamparan telak bagi stakeholder sepakbola Indonesia yang bertikai.

Enam bulan sisa kontraknya bersama Persis Solo senilai 120 juta rupiah belum terbayar sampai ajal menjemputnya. Pun demikian dengan bonus penampilannya di Batik Cup lalu. Padahal bila dikalkulasi nilai 120 juta untuk jangka enam bulan gotong royong bukanlah beban berat untuk diselesaikan dibandingkan omzet rata-rata klub Divisi Utama Liga Indonesia yang lebih besar nilainya daripada itu.

Namun angka 120 juta rupiah itulah harga yang harus ditebus Diego Mendieta dengan nyawa. 120 juta rupiah itu pula nominal yang menjamin harkat hidup dan meraih asa bangga bagi Diego yang tidak sanggup pulang ke negaranya alasannya menunggu pembayaran hak yang terkatung-katung. Tidak terperinci siapa yang mesti bertanggung jawab pasca manajemen Persis Solo 'membubarkan diri' selepas berakhirnya kompetisi demam isu lalu.

Selama menunggu hak-hak yang tak kunjung terbayarkan Diego masih setia menemani klubnya bermain. Ia melakukannya meski tidak ada bantuan, biarpun itu hanya berupa paksaan atau punishment dari operator kompetisi kepada klub membayar kewajibannya. Perhatian saja minim, sumbangan apalagi. Ironis!

Perhatian kepada Diego justru tiba dan ditunjukkan Pasoepati(Suporter Persis Solo) dan FX Hadi Rudyatmo(Walikota Solo)ketika ia terbaring di rumah sakit. Para elit nampaknya harus melek dan membayangkan kesedihan yang harus ditanggung keluarga, istri dan belum dewasa Diego. Mereka(keluarga Diego) melepas Diego ke Indonesia untuk memutar roda penghidupan keluarga, apa daya yang terjadi justru cerita sebaliknya, Diego harus berpulang selamanya menghadap Sang Khalik.

Peristiwa meninggalnya Diego Mendieta yaitu buruknya potret perhatian para elit, baik pengurus organisasi(KPSI/PSSI), operator kompetisi(PT LI) sampai pengurus klub. Tak terhitung berapa liter kucuran keringat pengorbanan dan andilnya untuk menjaga berputarnya klub dan gambaran kompetisi. Diego nyaris hidup menjadi 'sukarelawan'.

Para elit sepakbola Indonesia harus instrospeksi. Perhatian kepada para pemain sungguh terbilang minim. Kejadian yang dialami Diego Mendieta bukanlah pertama kali. Sebelumnya alm. Jumadi Abdi(PKT Bontang) meninggal pasca pertandingan melawan Persela di tahun 2009 lalu. Masih gres kejadian yang menimpa Iqbal Samad(Persiba) ketika mengalami cedera parah pada kakinya pasca terkena petasan yang diakibatkan oleh penonton di Samarinda tidak menerima balasan serius dari operator kompetisi. Alih-alih mengambil tindakan untuk menunjukkan proteksi kepada para pemain, malah tidak ada agresi intensif dari operator kompetisi untuk mencegah kejadian berulang dikemudian hari.

Tindakan dan perhatian bukan saja pada bentuk kepastian terbayarnya hak pemain oleh masing-masing klub, namun juga proteksi kesehatan berupa asuransi dan perawatan rumah sakit yang memadai. Terkadang tidak semua pemain dibayar 'mahal' oleh klub baik dalam bentuk bahan dan fasilitas. Sebagian dari mereka hanya menerima bayaran 'sepantasnya' meski dituntut ekspektasi sebegitu tinggi oleh klub untuk menerima prestasi setinggi-tingginya.

Apa yang menimpa Diego Mendieta sanggup terjadi pada para pemain di klub dan kompetisi lain. Terutama bagi para pemain yang berlaga di bawah level kompetisi profesional, dan sejujurnya menerima akomodasi kesehatan dan kesejahteraan jauh dibawah para pemain yang berada di level kompetisi diatasnya.

Diharapkan para elit politik yang masih terus berlindung dalam kubangan konflik ini tidak saling lempar watu dan tunjuk tangan atas kejadian yang menimpa Diego Mendieta. Patut menjadi cermin bagi para elit tersebut untuk tidak banyak menebar opini destruktif dan jaga image di depan media semata.

Diego Mendieta memang bukanlah 'anak bangsa' Indonesia. Ia sebagai pemain sepakbola dilindungi hak-haknya sesuai dengan hukum yang digariskan FIFA. Dengan statusnya sebagai pemain dan warga negara asing(WNA) patut menjadi perhatian para elit yang masih menjaga dapat dipercaya politik individu dan kelompoknya dibandingkan dapat dipercaya bangsa dan keselamatan para pemainnya.

Mungkin saja perhatian 'semu' dari para elit tersebut tidaklah cukup untuk mencegah kejadian berulang. Diperlukan regulasi yang adil dan membela hak para pemain. Jika perlu penerapan hukuman yang tegas, mengikat dan konsisten harus dilakukan. Hilangkan pula budaya kompromi dan kolusi yang hanya menguntungkan salah satu pihak saja dan mengabaikan hak para proletar menyerupai halnya para pemain sepakbola kita.

Kaum elit tersebut harusnya sadar, sepakbola bukanlah ajang usaha politik. Sepakbola mengajarkan kita akan pentingnya fair play, berlakulah adil bukan kepada pimpinanmu namun juga para pemain yang kalian tegakan untuk diperas keringatnya. Sepakbola bukan pula ajang hingar bingar dan kemeriahan kompetisi tanpa mengacuhkan sisi manusiawinya.

Memang tidak salah Erwiyantoro, penulis Buku 'Sepakbola Indonesia Tertinggal 50 Tahun' kini saatnya kedua forum PSSI dan 'KPSI' harus legawa untuk instrospeksi semoga mempunyai lebih banyak waktu untuk melaksanakan pembenahan semoga tertib administrasi, disiplin organisasi dan profesional menjalankan roda manajemennya.

R.I.P Diego Mendieta
Sudah cukup pelanduk mati terinjak ditengah gajah bertarung...
(wearemania.net)

Selasa, 04 Desember 2012

Terkini Save Arema - Socios Di Spanyol

Sepakbola ialah olahraga terpopuler di Spanyol, baik untuk dimainkan di atas lapangan hijau maupun ditonton langsung di stadion/televisi. Lebih dari 700ribu pemain sepakbola berlisensi di Spanyol dan menjadikannya sebagai salah satu cabang olahraga yang mempunyai pemain profesional terbanyak di Negeri Matador tersebut.

Survei The Sociological Research Center(Centro de Investigaciones Sociologicas/CIS) memperlihatkan dari penggemar aneka macam cabang olahraga, sekitar 56,1% membeli sedikitnya 1 buah tiket pertandingan sepakbola selama setahun, berbanding 19,2persen untuk cabang olahraga bola basket.

Survei ini dilakukan pada tahun 2005, dikala tim bola basket Spanyol berada di kondisi puncak. Saat itu mereka menjadi semifinalis di ajang Euro basket, dan setahun sesudahnya mereka menjadi yang terbaik di kejuaraan bola basket sedunia dibawah FIBA. Di tim bola basket Spanyol dihuni oleh sederetan pemain tenar menyerupai Pau Gasol(sekarang Los Angeles Lakers), Rudy Fernandez(sekarang bermain di Portland Trail Blazers), dll. Bandingkan dengan tim sepakbola Spanyol yang harus menunggu 3 tahun lagi untuk menjadi juara Eropa.

Sepakbola ialah olahraga terpopuler di Spanyol Terkini Save Arema - Socios di Spanyol

Dari sekian penggemar sepakbola di Spanyol, jumlah pemberian yang diberikan mengerucut kepada 2 klub paling tenar, Real Madrid dan Barcelona. Polling CIS di bulan Juli 2010 menyebutkan Real Madrid ialah tim dengan suporter terbanyak(33%), diikuti oleh Barcelona(26%) dan Valencia berada di peringkat ketiga dengan 5%.

Dukungan yang diberikan oleh penggemar sepakbola tersebut bermacam-macam bentuknya. Dengan survey yang memperbolehkan responden menentukan lebih dari 1 jawaban, mayoritas(72%) menonton pertandingan sepakbola lewat layar televisi, diikuti dengan kepemilikan emblem, scarf, dll(42persen), dan sekitar 36,9% memperlihatkan pemberian dengan menonton langsung di stadion. Yang menarik 15% pemberian juga diberikan dalam bentur tour dikala tim kesayangannya bertandang ke sangkar lawan.

Besarnya pemberian kepada suporter mengambarkan adanya pemberian yang loyal dan militan kepada klub. Besarnya pemberian suporter andil memperlihatkan revenue dalam jumlah besar kepada klub. Laporan Deloitte untuk Football Money League 2011 menempatkan Real Madrid dan Barcelona sebagai klub sepakbola dengan pendapatan terbesar di dunia. Setiap ekspresi dominan ratusan juta euro berhasil didapat dari penjualan tiket pertandingan dan merchandise.

Struktur Kepemilikan Klub Sepakbola Spanyol
Sekarang ini banyak kepemilikan klub sepakbola di Spanyol berdasarkan oleh kepemilikan pribadi atau yang bersifat tertutup namun ada juga yang berasal dari anggota asosiasi menyerupai Real Madrid, Barcelona, Athletic Bilbao dan Osasuna.

Jumlah anggota asosiasi yang berasal dari pendukung Barcelona berjumlah 170000 anggota, diikuti Real Madrid 69000, Athletic Bilbao 34373, dan Osasuna 15016. Para anggota asosiasi tersebut tidak hanya mengumpulkan iuran tiap tahun untuk dipakai membantu program sosial klub tetapi juga andil dalam pemilihan petinggi klub setiap periodenya. Dengan demikian aspirasi suporter terjamin lewat 'wakil' yang ditempatkan sebagai petinggi klub tersebut.

Contohnya saja kebijakan untuk belanja jikalau anggaran untuk belanja lebih besar dari 20persen anggaran klub di ekspresi dominan tersebut maka harus menerima persetujuan dari anggotanya. Artinya klub dilarang absolut memakai uangnya. Hal ini cukup menjamin finansial klub yang sehat.

Cukup banyak problem finansial yang terdapat di klub sepakbola alasannya ketidakmampuan untuk mengatur anggaran belanja klub. Di Italia, beberapa klub yang menerima predikat 'The Magnificent Seven' menyerupai Parma, Lazio dan terlebih Fiorentina pernah mengalami krisis keuangan yang teramat parah. Fiorentina yang berasal dari Firenze bahkan pernah mencicipi didegradasikan sampai beberapa level dibawahnya alasannya permasalahan manajemen keuangan.

Di Inggris yang notabene representasi dari kompetisi sepakbola terelit di belahan dunia juga tidak luput dari bahaya krisis finansial. Yang terbaru Southampton dan Crystal Palace masuk manajemen alasannya problem keuangan yang tak terselesaikan. Keduanya bahkan terjerembab ke Championship dan menunggu waktu untuk kembali ke Premiership.

Berangkat dari 'ancaman' tersebut tidak ada salahnya jikalau kita menengok sistem persepakbolaan di Spanyol. Dari 4 klub La Liga diatas yang memakai struktur kepemilikan berbasis suporter masih eksis semenjak kala ke 19 sampai sekarang.

Seperti layaknya sebuah negara. Para stakeholder klub tersebut memakai istilah socios, semua saham klub dimiliki anggota yang otomatis merupakan suporter. Socios mempunyai hak menentukan masa depan tim dengan menentukan presiden, dewan direksi, dan dewan pengawas. Setiap orang, baik warga negara Spanyol atau absurd serta dari kalangan mana pun, bebas dan mempunyai hak menjadi anggota. Pemilihan sanggup memakai beberapa metode, biasanya memakai sistem online dengan melibatkan sebuah jaringan IT yang mempunyai security dan database tersendiri.

Barcelona yang mengadopsi sistem demikian memperlihatkan keleluasaan bagi suporter untuk andil dalam membuatkan klub. Untuk menjadi anggota klub atau yang lazim disebut socios tiap anggota memperlihatkan iuran tahunan sebesar 159 poundsterling. Total dari 170ribu anggotanya, Barca mendapatkan dana segar sekitar 27juta poundsterling untuk kepentingan sosial klub.

Terminologi kepemilikan klub menyerupai Barcelona memperlihatkan identitas bagi keterwakilan ideologi sepakbola bahwa kekuasaan terbesar sebuah klub seharusnya berada di tangan suporter, bukan investor yang haus uang tanpa mengerti tradisi.

Socios juga memperlihatkan iklim demokrasi kepada klub. Socios menentukan perangkat manajemen klub dengan cara yang demokratis. Imbal baliknya Klub akan membangun korelasi dengan komunitas lokal dan sanggup diakses oleh semua kalangan suporter.

Setiap simpulan musim, socios akan menggelar rapat penilaian menyeluruh ihwal prestasi tim maupun kondisi keuangan. Bila ternyata sasaran yang ingin dicapai gagal terwujud, socios sanggup meminta tanggung jawab presiden klub. Real Madrid contohnya. Presiden Madrid sekarang, Florentino Perez sempat mencicipi pesakitan dan terdepak dari klub dikala proyek Los Galaticosnya gagal menuai ekspektasi anggota klub.

Dalam arti lain siapapun yang hendak mencalonkan diri sebagai presiden klub harus mempunyai kapabilitas dalam mewujudkan visinya. Presiden klub tidak hanya dituntut untuk bisa memperlihatkan prestasi kepada klub, tetapi juga menjamin klub atau dirinya sebagai perwujudan wakil socios yang berpihak kepada klub/suporternya dan bukanlah representasi dari kepentingan personal dan kelompoknya.

Di Arema kita sanggup mengadopsi syarat ini, memastikan wakil yang terpilih di jajaran klub bekerja sepenuhnya untuk Arema. Mereka menerima kemudahan secara profesional dan sebaliknya harus bekerja secara totalitas untuk Arema. Tidak dibenarkan adanya perseorangan/kelompok yang duduk di dingklik manajemen Arema bekerja untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya diluar visi dan misi(AD/ART) klub.

Performa Finansial
Pendapat di La Liga didominasi oleh Barcelona dan Real Madrid. Pendapatan dari kedua klub tersebut menyumbang prosentase sebesar 48%(hampir setengah) dari seluruh pendapatan klub La Liga di ekspresi dominan 2006/2007.

La Liga ialah satu dari lima besar kompetisi sepakbola di dunia yang menghalalkan klub untuk mempunyai kontrak hak siar pribadi dengan jaringan Televisi. Pendapatan dari hak siar TV untuk Real Madrid dan Barcelona berdasarkan Deloitte jikalau dikombinasikan mencapai diatas 335juta euro untuk setahunnya. Jumlah ini jauh mengangkangi klub-klub di Liga Premier Inggris maupun Serie A.

Dari sektor lain contohnya pendapatan komersial, Barcelona dan Real Madrid menyumbang pemasukan sebesar 54% di tahun 2007 dari pendapatan total klub La Liga berdasarkan sektor komersial.

Walaupun di Barcelona terdapat 170ribu anggota klub yang melaksanakan iuran setiap tahun sebesar 159 poundsterling mereka juga tetap membeli tiket pertandingan dikala klubnya berlaga di Nou Camp. Dengan kapasitas stadion sekitar 90ribu orang ke170ribu anggota klub mudah bisa dibilang 'berebut' dingklik untuk menonton pertandingan klubnya. Dan itupun mereka melakukannya dengan membayar tiket secara resmi!

Tahun kemudian pendapatan Barcelona dari sektor tiket mencapai lebih dari 97juta euro setahunnya. Hal ini mengambarkan bahwa para anggota klub selain berfungsi membantu untuk membangun klub dengan menentukan calon presiden klub yang kapabel juga ikut serta dalam menjaga finansial klub yang dicintainya.

Berdasarkan isu dari Deloitte, Barcelona dan Real Madrid merupakan dua diantara 3 klub terkaya di dunia. List yang dikeluarkan oleh Deloitte mungkin tidak menjelaskan secara detail kondisi sebenarnya. Namun setidaknya data yang ada cukup memperlihatkan performa keuangan Real Madrid dan Barcelona sebagai dua entitas klub terbesar di ranah Spanyol.

Real Madrid dan Barcelona juga jarang sekali(atau bisa dibilang tidak pernah) terlibat duduk masalah dengan pembayaran honor pemain. Asosiasi pemain yang tergabung dalam Asociacion de futbolistas Espanoles/AFE mendapatkan 161 komplain di ekspresi dominan 2006/2007. Komplain juga berasal dari pemain yang berlaga di kasta ketiga/semi profesional dengan klaim lebih dari 4,1juta euro. Klub sebesar Levante juga sering mendapatkan komplain dari pemainnya mengenai honor yang tidak terbayar dan bahaya mogok dari pemainnya.

Di Spanyol hukum mengenai kesehatan finansial klub dijalankan secara ketat. Hal ini untuk menjaga kompetisi berjalan ke arah yang benar dimana tidak lagi adanya keluhan berupa problem finansial yang menghinggapi klub.

Di sisi lain pemerintah Spanyol juga mengumumkan sebanyak 6 klub di kasta pertama, 16 klub di kasta kedua dan 91 lain dibawahnya diminta untuk menurunkan besaran hutang mereka. Pemerintah Spanyol juga mengumumkan klub-klub di Spanyol yang berutang kepada negara sebesar 607juta euro, dan ancamannya didegradasikan secara paksa jikalau tidak terdapat perbaikan finansial klub.

Kultur Penggemar Sepakbola
Budaya sepak bola Spanyol bisa dianggap cermin keragaman yang luas dalam masyarakat Spanyol. Oleh alasannya itu, budaya sepakbola Spanyol dipengaruhi oleh politik dan sejarah, dan keragaman dalam pendukung sepak bola mencerminkan visi yang berbeda dari Spanyol. Di setiap kota/wilayah terdapat klub yang berdiri, berdiri sebagai simbol dan mewakili benderanya.

Ada juga gerakan suporter untuk mendukung tim regional/nasional menyerupai Basque dan Catalonia. Basque mempunyai klub Athletic Bilbao yang menjadi representasi pandangan politik warganya. Begitu juga dengan Klub Barcelona dengan warga Catalonia. Bahkan sudah terdapat 'Tim Nasional' Catalonia yang diperkuat beberapa pemain Barcelona dan Osasuna. Sudah tidak terhitung jumlah pertandingan internasional yang melibatkan Catalonia.

Pengaruh politik pada sepakbola Spanyol sangat besar lengan berkuasa dan berbeda dibandingkan dengan negara lainnya di benua Eropa. Jika persaingan antara Glasgow Celtic dan Rangers dipengaruhi atas issue yang berbau religi tidak demikian di Spanyol atau bahkan Indonesia yang sebagian klubnya berasal dari semangat eksistensi kedaerahan.

Real Madrid dipandang sebagai 'Tim Spanyol' berkat lima trophy juara di awal pergelaran Piala Champions Eropa(sekarang Liga Champions Eropa/UCL). Real Madrid juga mendapatkan penghargaan Duta Besar Spanyol berkat bantuan mereka dalam penggunaan 'external image' dari negara Spanyol.

Di lain pihak Barcelona dianggap sebagai 'duta besar tak resmi' dari provinsi Catalonia yang sudah usang meminta kemerdekaan terhadap pemerintah Spanyol. Persaingan yang berbau politis ini turut memberi bumbu rivalitas diantara keduanya. Dalam skala lain rivalitas serupa hadir di Spanyol dan dianut beberapa klub lain menyerupai Real Betis dan Sevilla, Deportivo La Coruna dengan Celta Vigo, Atheltic Bilbao dengan Real Sociedad dan lain sebagainya.

Sugesti
Situasi keuangan di beberapa klub yang menganut sistem kepemilikan berdasarkan keanggotaan klub cukup menguntungkan bagi pengembangan klub itu sendiri. Keuntungan yang diperoleh bukan saja berupa laba materiil tapi juga untuk sesuatu yang tidak sanggup diukur dengan uang, contohnya transparansi kinerja klub, peningkatan rasa kepemilikan klub dari anggota(yang otomatis bertindak sebagai suporter) kepada klub, dan lain sebagainya.

Gerakan kepemilikan klub oleh asosiasi anggota yang bertindak sebagai suporter juga mendorong Gerakan Supporters Direct di Spanyol/Eropa untuk mengontrol klub terutama terhadap performa finansial dan bahaya hutang.

Banyak sekali dewan direksi klub yang bekerja untuk jangka pendek dan meraih sasaran berupa prestasi. Jika tidak direncanakan secara matang dan memperhatikan kemampuan finansial klub sanggup mengakibatkan peristiwa berupa problem keuangan yang dalam beberapa masalah berakibat pada kebangkrutan.

Pengembangan Supporters Direct juga sanggup membuat solusi yang positif bagi kemajuan klub yang dilandasi semangat transparansi dan demokratis. Fokus kinerja ini sanggup dititik beratkan pada planning jangka panjang klub dan reformasi yang lebih luas kepada industri sepakbola.

Pelajaran yang diterima bagi pengembangan sepakbola di Arema ialah semangat yang melingkupi para socios dan rasa kepemilikan kepada klub. Dalam skala sempit yang sanggup dipakai untuk Arema, semangat ini sanggup mengilhami Aremania untuk tidak hanya 'buta fanatisme' untuk hanya sekedar menyukai klub tetapi juga terpikir atau keluar idealismenya dalam membuatkan klub.

Pemilihan presiden klub dan perangkatnya dilaksanakan secara demokratis, jauh dari bahaya konflik kepentingan atau kepentingan terselubung diluar sepakbola dan agenda untuk memajukan klub itu sendiri. Untuk hal menyerupai ini agar stakeholder Arema tercerahkan bahwa untuk memajukan klub sanggup dilakukan dengan cara menyingkirkan kepentingan diluar koridor sepakbola.

(sumber:wearemania.net)

Senin, 26 November 2012

Terkini Kesempatan Menebus Dosa Era Lalu


Saga Arema Indonesia dan Pelita Jaya berakhir sudah. Rencana merger yang sempat menghebohkan itu karenanya pupus seiring langkah Pelita Cronous mengakuisisi 100% saham Arema dan melepas Pelita Jaya ke Bandung Raya.

Sebuah skenario yang jitu. Bakrie sangat tahu Arema membutuhkan investor dan sekaligus menyadari Pelita Jaya sama sekali tidak berprospek bagus. Namun ada dongeng menarik di balik saga kedua klub tersebut. Bagi saya yang paling menarik yaitu sosok Iwan Budianto.

 Rencana merger yang sempat menghebohkan itu karenanya pupus seiring langkah Pelita Cronous Terkini Kesempatan Menebus Dosa Masa Lalu

Pria yang pernah menjadi manajer Arema Malang di awal 2000-an tersebut kini duduk sebagai CEO Arema Indonesia. Setelah sebelumnya menjadi CEO Pelita Cronous yang membawahi Pelita Jaya, Iwan mendapat keyakinan menjadi CEO Arema sesudah diakuisisi Bakrie Grup.

Keberadaan Iwan di Arema menjadi pembukti bahwa tidak ada musuh abadi di dunia sepakbola. Di sini benang merahnya. Bercerita soal perjalanan Iwan, saya harus kembali lagi ke era 2002-2003 silam. Peristiwa yang telah berlalu satu dasawarsa namun saya yakin masih diingat benar oleh Aremania.

Tahukah apa predikat yang disematkan Aremania kepada Iwan Budianto kala itu ? “Pengkhianat”. Ya, Iwan Budianto menjadi musuh besar bagi Aremania sesudah meninggalkan Stadion Gajayana dan menuju Stadion Brawijaya, Kediri, untuk menangani Persik Kediri. Tak sekadar geser ke Kediri, Iwan juga membawa hampir seluruh skuad Arema.

Bedol desa itu merupakan kejadian paling menyakitkan, apalagi Singo Edan sedang krisis keuangan. Kebencian Aremania kepada Iwan Budianto semakin menjadi alasannya ekspresi dominan berikutnya Persik Kedisi juara Divisi Utama (sebelum ada ISL), sedangkan Arema harus degradasi ke Divisi I.

Sejak itulah sejarah permusuhan Arema - Persik diawali dan sampai kini kedua supporter klub tidak pernah akur. Sebenarnya bukan perpindahan Iwan Budianto yang memicu kebencian Aremania waktu itu. Namun keputusannya membawa rombongan besar pemain Arema ke Kediri.

Saat Iwan duduk di posisi manajer tim Arema mendampingi Lucky Adrianda Zaenal, prestasinya juga tidak mentereng. Hanya saja Iwan yang kondang sebagai menantu Walikota Kediri ketika itu dipandang sebagai sosok yang akil 'mencari duit' untuk menopang keuangan Arema yang reot.

Namun seiring pergantian waktu, kebencian Aremania terhadap Iwan Budianto bertahap mulai luntur. Selain Iwan sudah tidak berada di Persik, laki-laki yang pernah kesandung info suap pada 2011 kemudian ini juga tidak lagi bersentuhan dengan Arema. Aremania juga sudah mulai lupa pada sosok Iwan Budianto.

Jelang ekspresi dominan 2011-2012 lalu, Iwan mulai muncul kembali di Malang dan berencana menjadi investor Arema. Tapi planning karenanya gagal alasannya adanya sengketa di badan Singo Edan. Satu ekspresi dominan berselang, karenanya ia benar-benar berhasil kembali ke Malang dengan membawa bendera Bakrie Grup.

Mulai menggagas kerjasama Arema-Pelita, planning merger, sampai karenanya mengakuisisi Arema Indonesia. Posisi CEO Arema ibaratnya menjadi pencuci nama bagi Iwan Budianto yang pernah menjadi public enemy bagi Aremania sepuluh tahun silam. Dia seakan mendapat kesempatan 'menebus dosa' kepada Arema, meski nyata-nyata ia adal seorang Arema.

Aremania pun sepertinya sudah tidak antipati terhadap sosok yang pernah duduk di kepengurusan PSSI ini. Sudah tidak ada lagi kebencian atau omongan miring soal Iwan Budianto yang dulu dicap pengkhianat. Apa alasannya Iwan kali ini tiba membawa uang ? Entahlah. Menurut saya supporter mulai sadar tak ada gunanya menanam dendam di sepakbola.

Lagipula, bagi klub sepakbola, uang terperinci lebih jauh penting dibanding sebuah kebencian. Jika hanya ngotot dengan kebencian, maka Arema mungkin tidak akan mendapat investor kakap mirip sekarang. Arema tetap menjadi tim dengan rekening melompong.

Harus diakui Iwan Budianto menjadi sosok vital di balik akuisisi Arema Indonesia oleh Pelita Cronous. Iwan lah otak yang merancang skenario di Stadion Kanjuruhan selama ini, walau harus didahului dengan polemik soal planning merger Arema-Pelita. Well, 'From Zero to Hero'

(sumber:sindo)