This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Aremania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aremania. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2014

Terkini Nirwan Bakrie, Aremania Dan Pilpres

Sejak muncul gagasan membentuk klub Arema Malang di masa 80-an, Nirwan Bakrie ialah sosok yang sangat bersahabat di indera pendengaran Aremania. Tercatat dalam sejarah klub, Nirwan ialah sosok yang membantu mimpi mendiang Acub Zaenal dan putranya Lucky Adrianda Zaenal mendirikan tim sepakbola.

Tanpa campur tangan pengusaha itu, mungkin Arema yang kini berubah nama menjadi Arema Cronus tak akan pernah ada. Seiring perjalanan waktu, Nirwan Bakrie hanyalah sosok yang tercatat dalam buku sejarah Arema saja, tanpa pernah muncul eksklusif di Malang.

Sejak muncul gagasan membentuk klub Arema Malang di masa  Terkini Nirwan Bakrie, Aremania dan Pilpres

Selama eksistensi Arema pula, pula sosok Nirwan Dermawan Bakrie masih misterius. Namun, sosok yang kini memegang 100 persen saham Singo Edan tersebut balasannya menampakkan dirinya di Malang. Penampakan yang kemudian memunculkan bermacam-macam spekulasi alias isu.

Nirwan tiba membawa buah tangan bagus bagi Aremania, yakni rencana pembangunan stadion serta mimpi mengakibatkan Arema tim yang lebih bergengsi. Rencana yang menciptakan Aremania mabuk kepayang, apalagi diucapkan eksklusif dari bibir seorang Nirwan Bakrie.

Terlepas dari relasi big boss dengan klub sepak bola miliknya, segudang pertanyaan juga muncul dari kehadiran Nirwan di Malang. Seorang rekan Aremania merasa kurang nyaman alasannya ialah kedatangan tersebut dirasakannya bernuansa politis, terutama dikaitkan dengan sejumlah fakta.

Kebetulan kedatangan Nirwan bertepatan dengan kampanye sebuah partai politik di Malang. Bukan belakang layar lagi, Aburizal Bakrie yang notabene abang kandung Nirwan, menjadi calon presiden dari partai tersebut. Rekan saya tadi kemudian bertanya, "Setelah sekian tahun, kenapa munculnya sekarang...?"

Pertanyaan itu semakin besar alasannya ialah seorang big boss mengunjungi klubnya bukan ketika pertandingan besar. Nirwan tiba eksklusif ke stadion dan 'hanya' disuguhi pertandingan ujicoba berformat trofeo yang melibatkan Arema Cronus, Persikoba Batu serta Persekam Metro FC.

Mungkin alasannya ialah Nirwan gres mempunyai waktu luang di tengah kesibukannya sebagai pengusaha. Mungkin, berdasarkan saya semua berhak memberi evaluasi terkait eksistensi Nirwan serta kampanye partai politik berwarna kuning, selaras dengan warna kostum Arema di ujicoba trofeo tersebut.

Kalau pun kemudian ada jadwal tertentu yang publik tidak tahu, berdasarkan saya juga wajar-wajar saja. Keterlibatan seorang politisi di klub sepakbola bukan sesuatu yang terlarang. Silvio Berlusconi, pemilik AC Milan juga seorang politikus dan juga menjadi perdana menteri Italia.

Aremania terlihat susah payah menampik cibiran bahwa mereka bukan alat politik dan tidak akan pernah terlibat dalam urusan politik. Tak sedikit supporter rival yang menyindir keterlibatan partai di tim dengan kostum pujian biru. Kenapa situasi ini dijadikan materi cemoohan ?

Dalam pandangan saya, kondisi sepak bola Indonesia yang mengakibatkan situasi ini dianggap miring. Publik lebih banyak didominasi memandang urusan politik sangat kuat pada prestasi atau eksistensi sebuah klub di kompetisi. Ini rujukan pikir klasik dan berdasarkan saya sangat "bodoh". Bakrie yang pernah kuat di PSSI, dianggap bakal memberi laba bagi Arema, begitu sederhananya.

Politik juga dianggap sebagai momok yang mengacaukan sepak bola nasional. Sepak terjang politikus di organisasi sepakbola, banyak sekali manuver politis yang sering tak masuk akal, sikut-sikutan demi kepentingan Goalongan, sampai permusuhan pribadi, ialah warna-warni sepak bola Indonesia. Dari situ balasannya publik bola alergi dengan yang namanya politik di olah raga paling digemari masyarakat Indonesia.

Saya menyadari posisi Aremania sangat sulit. Mau tak mau mereka menghadapi cemoohan bahwa tim Singo Edan identik dengan salah satu partai politik. Padahal Nirwan Bakrie sangat berbeda dengan Aburizal Bakrie. Secara praktis, Nirwan tidak pernah larut eksklusif dalam politik ibarat yang dilakukan Ical. Tapi rupanya rival tidak mau tahu dengan itu. Bagi mereka Bakrie ya tetap Bakrie, apa pun nama depannya.

Dari ulasan di atas, saya menyimpulkan aroma politis di Singo Edan sepenuhnya tergantung Aremania sendiri. Mereka sendiri yang memilih terlibat atau tidaknya di politik praktis. Sejauh Arema tetap berjalan di rel profesionalisme sepak bola nasional, tidak ada yang perlu dicemaskan.

Apa pun situasinya ketika ini, harus diakui Arema Cronus justru sangat beruntung mempunyai big boss Nirwan Bakrie. Sedikit sekali sosok yang mempunyai kesepakatan di dunia sepak bola ibarat beliau sampai membeli klub ibarat Brisbane Roar (Australia) dan CS Visse (Belgia). Semua tentu tak dapat membayangkan bagaimana nasib Arema jikalau awal ekspresi dominan kemudian tidak diakuisisi Bakrie. Mungkin tim yang berdiri pada 11 Agustus 1987 tersebut masih mengalami defisit finansial dan tidak menjadi tim yang kompetitif ibarat sekarang.

Sejak muncul gagasan membentuk klub Arema Malang di masa  Terkini Nirwan Bakrie, Aremania dan Pilpres

Komunitas selalu menjadi komoditi dalam politik. Aremania yang mempunyai domain sangat besar dan terbilang solid, tentu menggiurkan bagi semua partai politik untuk mencari dukungan. Hanya saja, tanpa disadari para politikus, partai politik justru menghadapi resistensi besar di dunia olahraga.

Saya melihat sebagian besar Aremania justru ogah dikaitkan dengan urusan politik, baik pemilu legislatif (Pileg) maupun pemilihan presiden (Pilpres). Jadi, seandainya saja kedatangan Nirwan Bakrie mempunyai jadwal sampingan yakni membantu partai kuning, sepertinya tak akan banyak memengaruhi pilihan politis Aremania.*


(wbs/koransindo)

Minggu, 06 April 2014

Terkini Aremania Yogyakarta Kawal Tc Arema Di Parangtritis


Aremania, tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana.

Julukan yang menempel pada suporter fanatik Arema itu masih terus dihidupkan oleh para fans Singo Edan. Terbukti, sore kemarin puluhan Aremania Yogyakarta tiba menyambut Cristian Gonzales dkk di Stasiun Tugu.

 Julukan yang menempel pada suporter fanatik Arema itu masih terus dihidupkan oleh para fan Terkini Aremania Yogyakarta Kawal TC Arema di Parangtritis

Aremania yang menyambut, kebanyakan ialah Arek Malang yang bekerja dan berkuliah di Jogjakarta tersebut menunggu kedatangan Arema semenjak siang hari. Sekitar pukul 15.00 WIB, para suporter hasilnya sanggup menemui para pemain. Nyanyian khas Aremania pun menggema di depan stasiun Tugu Yogyakarta.

“Arema, Arema, kita disini Arema. Arema, Arema kita disini Arema. Aku gembira menjadi Arek Malang. Kemana-mana dijuluki Singo Edan,” pekik Aremania Jogjakarta yang menyambut Beto Goncalves dkk.

Sembari menyambut Arema dengan nyanyian, suporter pun tak melewatkan kesempatan itu untuk berfoto bersama Gustavo Lopez dkk. Pasalnya, sudah satu tahun lamanya Aremania Jogjakarta tidak bertemu dengan tim pujaannya. Kali terakhir, Arema bertemu dengan Aremania Yogyakarta dikala menggelar TC di Sleman ekspresi dominan 2012-2013. Kala itu, Arema menginap di Jayakarta Hotel, dan menggelar ujicoba lawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.

Satu tahun sehabis itu, Aremania kembali bertemu dengan Singo Edan kemarin. Tentu saja, pertemuan ini jadi ajang silaturahmi dan kangen-kangenan. Ahmad Firdaus, Aremania Yogyakarta mengungkapkan, sekitar 50 Aremania tiba secara dadakan ke Stasiun Tugu demi menyambut Arema.

“Jarkom kita mendadak, tiba sekitar 50 Aremania untuk sambut Arema. Kita bahagia Arema sanggup TC di Yogyakarta. Karena sudah satu tahun Arema tidak ke Yogyakarta. Pun, di ISL Persiba Bantul tidak satu wilayah dengan Arema, kesempatan ini kami pakai untuk luapkan kangen,” terperinci Idos, sapaan akrabnya.

Idos yang orisinil Malang namun berkuliah di Jogjakarta ini menegaskan, Aremania bakal mengawal Arema selama TC di pantai Parangtritis. “Kita akan menemani tim kita hingga TC selesai, kita pun siap antar hingga stasiun dikala pulang ke Malang hari Minggu nanti,” tutup Idos.

Sementara itu, Suharno, instruktur Arema ternyata juga sanggup perhatian khusus dari Aremania Klaten. Seperti diketahui, Klaten ialah daerah kelahiran Suharno. Pelatih berlisensi A AFC tersebut berpisah dari rombongan tim di Stasiun Tugu untuk pulang ke kampung halaman Klaten.

Rupanya, sudah ada Aremania Klaten yang menyambut Suharno di kediamannya. Suharno merasa kaget sekaligus bahagia dengan perhatian yang diberikan oleh Aremania.

“Saya kaget sekali, ternyata ada puluhan Aremania yang sambut aku di Klaten. Mas Cintung Korwil Klaten membawa sekitar 30 Aremania untuk sambut saya, bahagia rasanya ketemu dulur,” kata Suharno.
(fin/jon/JPNN/baju bola)

Senin, 17 September 2012

Terkini Arema Bukan Sekedar Klub Sepakbola


"Kamu dari mana," tanya seorang mitra gres dari kawasan seberang ketika kita gres saja menjejak kaki di kawasan baru. Seluruh warga malang mungkin akan menjawab, "Saya/Ayas dari Malang,". Sang mitra lalu kebanyakan/rata-rata bertutur, "Oh Arema ya?!,".

Itulah kiasan singkat dongeng dari pengalaman kawan-kawan yang merantau mencari nafkah hingga keluar dari bumi yang dicintainya Malang. Mereka sangat gembira menjadi warga Malang, warga Arema. Nama Arema tidak akan pernah bisa lepas untuk dicopot dengan nama klub lain, bahkan klub rival sekotanya. Istilahnya Malang memperlihatkan nuansa pujian yang tidak bisa lepas meski kita sudah lepas dari malang hingga sudah beranak-pinak di negeri orang.

 tanya seorang mitra gres dari kawasan seberang ketika kita gres saja menjejak kaki di daer Terkini Arema Bukan Sekedar Klub Sepakbola

Aremania sudah menjadi identitas, "Sama menyerupai semboyan Barcelona, Arema bukan sekedar klub. Tetapi saya yakin teman-teman tidak memalsukan kiasan itu dari Barcelona alasannya saya sendiri gres tahu arti kata 'Mes Que Un Club' baru-baru ini dari Internet," Kata seorang mitra usang yang bekerja di Kalimantan Selatan dan mengaku sebagai Aremania juga penggemar Barcelona dimana ia kemarin sudah pulang untuk pulang kampung ke Malang, serta menyempatkan diri menikmati meteor garden.

Begitupula dengan program ulang tahun kemarin. Tidak banyak klub di Indonesia yang merayakan ulang tahun melebihi suasana tahun gres atau bahkan melebihi kemeriahan ulang tahun Malang Raya (Kota Malang, Kab Malang, dan Kota Batu). Kemeriahanan, rasa loyalitas hingga pujian tumpek blek menjadi satu dan diteriakkan secara membahana di langit kota.

Sejarah Aremania

Tak banyak yang tahu bagaimana dongeng Aremania itu bermula. Karena dulu sempat heboh sekelompok pemuja Arema menamai diri sebagai AFC (Aremania Fans Club) yang hasilnya bubar secara sendiri.

Nah, diulang tahun perak ini. Sang penggagas nama aremania hadir. Namanya sudah dikenal di dalam buku sejarah untuk melontarkan kata Aremania pertama kali. Ovan Tobing. Ya, lelaki berdarah Batak yang populer dengan bunyi yang menggelegar ketika MC ini menceritakan bagaiman inspirasi kata Aremania terbentuk begitu saja. Tanpa organisasi, tanpa ketua, yang hanya ialah anggota yang saling bersatu padu menjaga kekompakan dan sangat gembira dengan identitas Arema lebih dari sekedar klub.

"Saya dulu prihatin dengan tawuran yang sudah mengakar hingga antar gang, banyak yang terlibat dalam kepentingan Goalongan dan kedaerahan. Sehingga ketika juara Galatama 1993, peringatan kemenangan dan kemeriahan masih terkesan biasa," Kata OT, sapaan dekat Ovan Tobing.

 tanya seorang mitra gres dari kawasan seberang ketika kita gres saja menjejak kaki di daer Terkini Arema Bukan Sekedar Klub Sepakbola

"Saya ingin suporter Arema benar-benar mendukung tim kesayangannya. Bukan berlandaskan latar belakang politik atau yang lainnya. Memang waktu itu sudah ada lembaga suporter Arema tapi terkesan ekslusif dan tida bisa menjangkau suporter dari kalangan bawah. Saya berpikir keras, hasilnya nama Aremania muncul di kepala saya. Artinya Arema Maniac, pendukung setia Arema. Sangat sederhana namun kena, alasannya tidak terbawa arus politik apapun," katanya lugas dalam program ulang tahun Arema di kantor Arema Indonesia. Jalan Kartanegara no 7.

Ovan yang memakai jaket merah lalu memperlihatkan di belakang jaket itu ada goresan pena yang berbunyi 'AREMANIA'. "Jaket ini dibentuk usai Arema menjadi juara Galatama dan saya pakai ketika untuk pertama kalinya kompetisi Indonesia dilebur menjadi Liga Indonesia di tahun 1994," tuturnya.

"Pertandingan itu sudah lama, alasannya saya sudah lupa melawan apa. Namun banyak wartawan yang bertanya kepada saya. Apa arti kata Aremania di belakang jaket ini. Jika nawak bertanya kenapa jaket ini berwarna merah apakah dulu Arema punya baju merah. Bukan, jaket ini ialah pemberian dari Djarum. Saya dulu waktu itu belum punya banyak uang untuk membeli jaket. Saya juga berterima kasih kepada Djarum yang telah memberi jaket" kata ia yang lalu dibarengi untuk melepas jaket.

Jaket ini dianggap OT Sebagai barang yang sangat sakral. Karena berkat jaket ini nama Aremania berkembang menjadi sakral dan sudah sering menjadi acuan suporter di Indonesia. Keingina OT yang hingga ketika ini belum kesampaian ialah bertemu dengan pembuat jaket.

"Satu impian saya yang tidak bisa terwujud ialah bertemu dengan si pembuat jaket ini. Saya pernah meminta pinjaman pihak Djarum, namun mereka juga sudah tidak tahu lagi. Buat saya, si pembuat jaket ini berjasa besar bagi Aremania. Tanpa jaket ini, simbol kebesaran Aremania mungkin tidak sanggup terwujud," urainya.

Bagaimana dengan perpecahan yang menyulut dualisme Arema. Bagi nawak-nawak tidak usah saling caci alasannya OT bilang, "Semua kembali kepada Aremania, mau mendukung mana mereka alasannya dukungan ada di hari nuraninya masing-masing,".

(wearemania.net)

Rabu, 18 April 2012

Terkini Kreativitas Aremania Tidak Pernah Mati

 Matinya nurani PSSI yang tidak menentukan Arema Indonesia yang berlaga di ISL sebagai Arema  Terkini Kreativitas Aremania Tidak Pernah Mati

Matinya nurani PSSI yang tidak menentukan Arema Indonesia yang berlaga di ISL sebagai Arema yang sah tidak menciptakan Aremania mati kreativitas. Berbagai macam cara kreatif sudah ditempuh meski sebagian Aremania sudah tidak setia lagi. Hal ini terbukti ketika Stadion di awal awal liga tidak se semarak di tahun-tahun sebelum. Karena itu, inilah ekspresi dominan paling sepi di stadion Kanjuruhan.

Well, lupakan paruh musim, saatnya bangkit. Sebagai euforia yang mungkin beberapa nawak belum tahu, berikut ini ialah sebagian video yang dengan sangat manis direkam dan diupload oleh nawak-nawak Aremania.


PAPER RAIN
Secara garis besar PAPER RAIN diterjemahkan sebagai hujan kertas. Ya hujan kertas, masih gundah silahkan disimak videonya.




AREMANIA SPARKLES
Ribuan kembang api yang disulut oleh Aremania menjadi agresi yang sangat luar biasa buat ekspresi dominan ini.




AREMANIA INFERNO
Konsepnya ialah hanflare yang dalam rencananya akan membentuk goresan pena AREMA, namun tidak semua planning insan dapat berhasil alasannya ialah niscaya ada kuasa yang diatas. Tetapi meski 'gagal' tetapi agresi mengkremasi tribun ini terlihat keren.




(sumber:wearemania.net)

Rabu, 12 Oktober 2011

Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

Aremania memang tersebar dimana-mana. Tidak terkecuali di Bhumi Borneo, bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja, terbukti pada dikala program Halal Bi Halal banyak juga yang berasal dari kota2 yang ada di Jawa timur. Ada juga yang berasal dari kota2 yang ada di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, Samarinda, Bontang, Sangatta dan bahkan ada juga yg berasal dari Sulawesi

Tanggal 18 September 2011 masih dalam suasana lebaran, untuk mempererat tali persaudaraan diantara Aremania maka Aremania di seluruh Kaltim mengadakan Halal Bi Halal, yang kebetulan nawak2 dari kota Sangatta di percaya sebagai tuan rumah.

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

Pada Halal Bi Halal yang pertama kali ini di hadiri lebih dari 300 Perwakilan Aremania di seluruh Kaltim antara lain dari Aremania Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Bontang, Muara Wahau, Bengalon, Tarakan dan kota2 lain di Kaltim.

Diawali kedatangan Aremania Balikpapan yg di jemput Koordinator Aremania Sangatta Sam Arie bersama nawak2 Aremania Sangatta di pintu Gerbang Kota Sangatta. Kami tidak pribadi menuju daerah acara, tapi menunggu kedatangan nawak2 dari Bontang, Samarinda, Muara Badak, Tenggarong dan kota2 lainnya yang selanjutnya kita menuju ke daerah program sambil konvoi. (mboois pokok_e konvoine yo di kawal silup barang ker)

Jalannya Acara Halal Bi Halal sangat meriah di awali dengan sambutan dari ketua Panitia sekaligus tuan Rumah Sam Sugeng yang pada dasarnya mengucapkan rasa terima kasih atas partisipasi nawak2 Aremania Borneo, selanjutnya sambutan dari Ketua Paguyuban Arema Sangatta.

Kata Sambutan yang di awali dengan nyanyian lagu2 yel2 Arema di sampaikan koordinator Aremania Balikpapan sam Alie, tidak ketinggalan perwakilan Aremania Samarinda juga memberikan kata sambutannya yang di wakili sam Heri yg lebih di kenal nawak2 sebagai Ebes_e sekaligus Penasihat Aremania Borneo (di fb populer dgn Arema Kaltim), selanjutnya Perwakilan Aremania Bontang sam Jek, Bengalon dan lainya. Isi sambutan pada dasarnya mengajak kita semua untuk saling menjaga nama baik Arema dan Aremania dan juga untuk mengajak kita untuk lebih mengedepankan persaudaraan di antara Aremania dan Supporter lain yang ada di Kaltim Khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Tidak lupa pada program Halal Bi Halal ini juga di adakan potong tumpeng yang di lakukan secara tolong-menolong oleh perwakilan Aremania yg di iringi lagu Salam Satu Jiwa. Dan selanjutnya program makan siang dan ramah tamah khas Aremania ( nakam2, guyon, salam2man, foto2, mgodew barang kanggo sing bujangan)

Harapan dari nawak2 Aremania Borneo program ini terus di gelar setiap tahunnya dan untuk daerah dapat di Bontang, Samarinda, Balikpapan atau kota2 Lainnya. (Ayo sopo sing siap gawe tahun ngarep)

Foto-Foto Lain :

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur

 bahkan Aremania yang ada di Kalimantan ini tidak di dominasi warga Malang Raya saja Terkini Halal Bi Halal Aremania Se Kalimantan Timur


(original-post : ongiznade.wordpress.com)

Minggu, 25 September 2011

Terkini Bukankah Kita Satu ?

Sudah hampir kurang lebih tiga bulan mungkin klub-klub di Indonesia libur dari kompetisi. Sudah selama itu juga aku tidak melihat Arema berlaga di lapangan hijau. Jangan kalian Tanya seberapa rindukah aku melihat para singo edan itu, seberapa deg-deg an nya aku menanti keputusan demi keputusan yang ada dalam badan Arema. Baik dari transfer pemain, administrasi dan yang paling hangat-hangatnya di bicarakan kini ialah perihal dua kubu yang terdapat dalam badan Arema.

Terus terang, aku tidak begitu menyimak isu perihal dua kubu itu. Toh berdasarkan aku yang terang sebagai orang awam, mau kubu manapun yang mereka junjung tetap Arema. Yang mereka tanam di hati mereka ialah cinta Arema. Dan yang mereka mau ialah untuk memajukan Arema.

Sudah hampir kurang lebih tiga bulan mungkin klub Terkini Bukankah Kita Satu ?

Mengapa aku begitu yakin ?
Sebenarnya bukan soal yakin atau tidaknya, tetapi lebih mencoba berfikir positif. Dan jikalau kalian Tanya siapa yang aku dukung, ya aku dukung Arema yang mempunyai supporter loyalitas tanpa batas menyerupai Aremania dan Aremanita. Simple kan ?

Karena bukankah seharusnya begitu ? Karena kita telah terikat SATU. Satu dalam semangat, satu dalam rasa kagum dan satu dalam ucap salam yaitu “Salam Satu Jiwa” ? Bukankah tidak pernah terhitung seberapa sering kita mengucapkan “Salam Satu Jiwa” jikalau kita bertemu sobat kita sesama Aremania dan Aremanita ? Bahkan bukan hanya antar supporter Arema, tetapi juga para pemain Arema pun sering kali dengan gembira berucap menyerupai itu. Atau, apakah sudah hilang rasa SATU JIWA kalian sampai ada beberapa sobat yang saling mencaci maki hanya alasannya ialah munculnya dua kubu itu ?

Mengapa kita seakan ada yang terprovokasi alasannya ialah adanya dua kubu itu ? Mengapa kita tidak berdoa saja, bahwa siapa pun yang nantinya terpilih menjadi pengurus Arema, baik dari kubu A dan B akan menjadi seseorang yang benar-benar akan memajukan tim kesayangan kita yaitu Arema.

Sekarang, mari nawak. Dimanapun kalian berada. Dimanapun kalian menumbuhkan rasa cinta kalian terhadap Arema, seberapa jauhnya kalian dengan tim yang berjuluk Singo Edan itu, kembalilah kita focus mendukung Arema. Men-support baik para pemain yang masih bertahan di Arema dan juga mereka yang gres bergabung dengan Arema. Coba lupakan sejenak duduk perkara itu, mari kita berdiri kreativitas gres untuk Arema di liga yang akan datang. Kerahkan lagi semangat kalian untuk menyanyikan yel-yel untuk Arema kita. Arema tercinta.

Lalu, jangan pernah kita lupa untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal untuk para pemain yang sudah menentukan untuk meninggalkan Arema dan bergabung dengan tim lain. Terima kasih untuk kalian telah menciptakan kami semua gembira dikarenakan telah mempunyai ‘singa’ semacam kalian. Semoga kalian sukses di sana dan tidak melupakan kami yang pernah begitu mengasihi kalian dikarenakan telah pernah menjadi bab dari jiwa kami, jiwa Arema.

Dan, selamat tiba untuk singa-singa Arema yang baru. Selamat mencicipi euforia yang maha dahsyat dari kami, AREMANIA AREMANITA. Selamat mencicipi jatuh cinta untuk tim pujian kami. Yaitu AREMA INDONESIA.

SALAM SATU JIWA !

“Kami Arema, SALAM SATU JIWA di Indonesia kan slalu ada slalu BERSAMA, untuk kemenangan, KAMI A..RE..MA…

(original-post : annlawliet.blog.com)

Minggu, 21 Agustus 2011

Terkini 22 Tahun Paguyuban Arema Dewata

Paguyuban Arema Dewata, yg telah berdiri semenjak 18 Agustus 1989, malam ini memperingati Ultah nya yg ke 22 bertempat di Gedung Serba Guna Angakasa Pura, Tuban-Kuta Bali. Tema Ultah kali ini yakni "Dengan Berkah Bulan Suci Ramadhan, dan nilai nilai luhur proklamasi kemerdekaan, keluarga besar Arema Dewata bertekad untuk meningkatkan & mempertajam jiwa sosial, memperkokoh solidaritas, serta berperilaku santun".

 malam ini memperingati Ultah nya yg ke  Terkini 22 Tahun Paguyuban Arema Dewata
Sejak pukul 17.00 wita, venue program yg bersahabat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai ini sudah mulai dipadati para Arema Dewata dari seluruh penjuru Bali. Para Arek Malang yg berdomisili di Bali ini, hadir dari banyak sekali kalangan, bau tanah muda dari banyak sekali profesi membaur jadi satu disini. Walau dalam suasana Puasa, tdk mengendorkan semangat para Arema Dewata semua. Bahkan selepas buka puasa, semakin banyak yg tiba ke venue. Para Arema Dewata yg tiba pribadi menukarkan tiket yg sdh ada, yg tentunya tiket program ini berhadiah doorprize yg menarik.

Sembari menunggu program dimulai, para Arema Dewata dihibur oleh hiburan musik Arema Dewata Rock Dangdut. Gegap gempita bergemuruh di Gedung milik Angkasa Pura ini. Para Arema Dewata saling bernyanyi & berjoged bersama.

 malam ini memperingati Ultah nya yg ke  Terkini 22 Tahun Paguyuban Arema Dewata
Pukul 21.00 Wita program pun dimulai, dimulai dengan menyanyikan bersama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, semua yg hadir berdiri bersama, menyanyikan dengan khidmat & penuh semangat. Tampak juga Yuli Sumpil yg biasanya sebagai dirigen Aremania. Yuli yg dengan semangat berdiri tegap & posisi hormat menyayikan Indonesia Raya. Acara ini memang tdk saja dihadiri para Arema Dewata di Bali, tp juga perwakilan dari Malang yg hadir, selain Sam Yuli Sumpil, juga hadir Sam Tembel & beberapa Nawak dari Malang.

Setelah menyanyikan Lagu Kebangsaan, program sambutan sambutan dimulai. Sambutan pertama oleh Ketua Paguyuban Arema Dewata, Bpk. Parianto, dlm sambutannya Beliau memberikan seluruh acara Paguyuban Arema Dewata selama ini. Banyak acara sosial selama ini yg telah dilakukan, terutama acara sosial, saling membantu sesama anggota Arema Dewata, jikalau ada anggota yg tertimpa musibah, semua saling membantu & meringankan, bahkan dalam tahun ini juga Arema Dewata juga sedang proses pengadaan ambulans untuk anggota, sehingga jikalau ada anggota yg tertimpa musibah, atau menginggal dunia, sanggup menerima sarana transportasi untuk dipulangkan ke Malang. Beberapa hari yang lalu, juga diadakan program donor darah.Lewat beberapa acara sosial ini,slagan Arema Dewata, yaitu " SOSIAL SOLID SANTUN " tidak perlu diragukan lagi.

Setelah Bpk. Parianto, sambutan berikutnya dari Dewan Pembina & Penasihat, Bpk. Makno Sutedjo, dalam sambutannya dia juga mengajak para anggota Arema Dewata untuk tetap menjaga Sosial, Solid, & Santun yg selama ini sudah dijalankan. Juga Beliau mengajak kepada semua anggota, bahwa bergotong-royong Arema Dewata tidak hanya berasal dari Arek Malang saja. Arema Dewata juga terbuka untuk semua orang, tidak harus dari Arek MAlang saja. Tercatat anggota Arema Dewata yg hingga kini tercatat 2000 orang lebih, dan semuanya tidak berasal dari Malang saja.

Karena masih dalam suasana Ramadhan, tidak lupa program Taushiyah juga disertakan. Taushiyah oleh AKBP. R Ahmad Nurwahid, salah satu pejabat di Polda Bali ini mengajak semuanya untuk memaknai Ultah ke 22 Arema Dewata di bulan Agustus ini. Bulan Agustus yg juga merupakan Bulan Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini, sanggup dijadikan momentum untuk bangkitnya semangat nasionalisme kita semua. Apalagi berbarengan dengan Bulan Ramadhan, momentum pemersatu umat. Usai Taushiyah, Ahmad Nurwahid juga memimpin do'a bersama untuk keselamatan & Kesuksesan Arema Dewata. Dan sesudah do'a bersama, dilanjutkan pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng oleh Dewan Pembina & Penasihat Arema Dewata, Bpk. Hari Dawir. Di atas panggung & disaksikan seluruh Arema Dewata yg hadir, Bpk Hari Dawir menawarkan cuilan tumpeng kepada anggota Arema Dewata termuda.

 malam ini memperingati Ultah nya yg ke  Terkini 22 Tahun Paguyuban Arema Dewata
Ini memperlihatkan betapa Arema Dewata yg anggotanya dari banyak sekali usia, sangat peduli terhadap semua kalangan, tidak hanya didominasi para senior senior, para Ebes Ebes, tapi juga peduli pada Kera Kera Licek, para Nawak nawak Hebak.

Acara dilanjutkan dengan hiburan musik, Arema Dewata Rock Dangdut, dengan beberapa artis dari Malang Raya tentunya, semua bergembira dalam suka ria, bernyanyi & berjoget bersama. Dan akhirnya, sempurna pukul 24.00 Wita, program diakhiri bersama, dengan semua Pengurus Arema Dewata naik diatas panggung, bernyanyi bersama seluruh anggota yg hadir.

Semoga program Ultah ke 22 Arema Dewata kali ini, sanggup semakin meningkatkan jiwa Sosial, solid, santun kita semua. Akhirnya Seluruh Keluarga Besar arema Dewata, mengucapkan banyakk terimakasih untuk semua yg telah mendukung program ini.

Salam Satu Jiwa untuk Arek Malang Se Jagat Raya.

Denpasar, Agustus 2011 (WE/hers/aremadewata)

Kamis, 18 Agustus 2011

Terkini Ade Dkross - Salah Satu Dedengkot Aremania

Bicara soal komunitas arek Malang atau dikenal dengan sebutan Aremania Terkini Ade DKross - Salah Satu Dedengkot Aremania
Bicara soal komunitas arek Malang atau dikenal dengan sebutan Aremania, tak akan dapat lepas dari nama Ade Herawanto (43) alias Ade D’ Kross. Ayah dua anak ini dapat dikatakan sebagai orang yang dituakan di komunitas itu. Tak hanya di Jawa Timur, tapi juga di kota lain, termasuk Kalimantan Timur yang gres saja beliau sambangi saat meresmikan Aremania yang ada di banyak sekali daerah di sana.

Ada dongeng unik seputar Aremania ini. Ketika beliau menjalankan ibadah umrah beberapa tahun silam, entah siapa yang memberi kabar, setiba di Mekkah beliau disambut Aremania yang jadi TKI di Arab Saudi.

“Saya hingga terharu, ternyata nama aku dikenal mereka,” katanya.

Tak berlebihan kalau Ade begitu populer, lantaran hampir seluruh hidupnya beliau curahkan untuk Aremania.

“Tak hanya mengurusi yang enaknya saja, saat ada yang tawuran antar-supporter, aku yang pertama kali dihubungi untuk menyelesaikan,” katanya tertawa.

Bicara soal komunitas arek Malang atau dikenal dengan sebutan Aremania Terkini Ade DKross - Salah Satu Dedengkot Aremania
Pria ini kemudian bercerita, sebelum berdinas di Departemen Pekerjaan Umum Kodya Malang, sempat beberapa tahun menggelandang di Jakarta. Lalu oleh ayahnya diminta kembali ke Malang dan menata Aremania.

“Bapak bilang, lebih baik di Malang dan berbuat hal positif daripada di Jakarta,” kenangnya.

Bicara soal komunitas arek Malang atau dikenal dengan sebutan Aremania Terkini Ade DKross - Salah Satu Dedengkot Aremania
Kembali ke Malang dan jadi PNS, itulah obsesinya untuk dapat mendekati para Aremania. Ia berusaha masuk ke komunitas itu melalui banyak sekali lini, bahkan mendirikan grup musik D’ Kross, studio rekaman D’ Kross, hingga sasana tinju D’ Kross Boxing Camp. Termasuk mengurusi anak jalanan, pesilat Cimande, dan komunitas para pengamen.

“Saya sengaja masuk ke dunia musik, lantaran Malang dulu merupakan barometernya musik rock Indonesia. Begitu pula tinju, Malang kan gudangnya bibit petinju hebat,” papar Ade.

Namun, lantaran terlalu memikirkan Aremania, sang istri Rr. Andayun Sri Apriana, serta dua anaknya Andrawina Aisyah Dewanti dan Ega M Dewanto, protes.

“Ya, maklumlah konsentrasi aku ke Aremania terlalu berlebihan. Tapi, mereka mau memahami sehabis aku beri pengertian.”