This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

Terkini Pre Match Analysis Arema V Persija



Ditundanya kick off Indonesia Super League tidak lantas menciptakan Arema Cronus berdiam diri. Serangkaian adu ujicoba sudah disusun untuk menyongsong kompetisi yang direncanakan akan dimulai 4 april mendatang.

AREMA

Laga melawan Persija menjadi ujicoba kompetitif kedua Arema Cronus sehabis di ujicoba sebelumnya di tur Blitar berkesudahan dengan kekalahan 1-0 dan kemenangan 0-3 atas PSBK. Menghadapi Persija malam nanti di stadion Kanjuruhan Singo Edan akan turun dengan kekuatan penuh. Kurnia Meiga yang sudah pulih dari cedera harus segera mengatakan performa terbaiknya mengingat performa solid yang ditunjukkan I Made Wardana sepanjang adu pramusim. Soliditas lini belakang Arema Cronus yang di awaki duet berpengalaman Victor Igbonefo dan Fabiano Beltrame akan diuji oleh lini depan Persija yang dimotori oleh Bambang Pamungkas.

Di lini tengah pragmatisnya gaya bermain yang ditunjukkan Arema Cronus sepanjang pramusim sepeninggal Gustavo Lopez tampak membuahkan hasil yang baik meski harus mengorbankan dominasi serangan yang ditunjukkan Singo Edan demam isu lalu. Ditundanya Indonesia Super League menciptakan duet instruktur Suharno dan Joko Susilo mempunyai waktu untuk terus membuatkan potensi lini tengah Arema Cronus yang kaya dengan pilihan pemain dengan aneka macam macam tipikal.

Di lini depan sepeninggal Beto Goncalves mudah duo Samsul Arif dan Cristian Gonzales menjadi referensi utama serangan Singo Edan. Yao Ruddy yang beberapa kali dicoba mengisi posisi Beto nampak belum bisa menyesuaikan diri mengingat tipikalnya sebagai sasaran man dan tidak fasih bermain melebar. Penampilan Samsul Arif yang tampak belum menemukan performa terbaiknya sepanjang pramusim menjadi sorotan tersendiri. 1 Goal yang diciptakannya di 9 adu kompetitif pramusim tentu menjadi sebuah alarm baginya untuk terus meningkatkan sentuhan balasannya di depan gawang.

PERSIJA

Di bawah racikan Rahmad Darmawan Persija demam isu ini memasang sasaran tinggi, dengan sederet pemain bintang lokal dan pemain gila berkelas tentu The Jakmania berharap banyak Macan Kemayoran akan merampungkan dahaga mereka akan gelar juara.

Di lini pertahanan solidnya performa Andritany di bawah mistar menciptakan Rahmad Darmawan tak ragu mempercayainya tampil reguler sebagai benteng terakhir Macan Kemayoran. Di jantung pertahanan, Alan Aciar yang menjadi andalan gres bagi RD pasca kepergian Fabiano Beltrame disebut urung tampil alasannya yakni tidak fit. Meragukannya kondisi  Alan Aciar mudah menciptakan Persija hanya menyisakan Vava Mario dan Ambrizal di lini tengah mengingat Gunawan Dwi Cahyo juga disebuat akan bolos dalam pertandingan malam nanti. Kondisi ini tentu kurang ideal mengingat Arema Cronus mempunyai duet striker berbahaya dalam diri Samsul Arif dan Cristian Gonzales yang dikenal sebagai salah satu duet terbaik di Indonesia Super League

Di lini tengah Martin Vunk yang menjadi andalan gres Persija juga dipastikan tidak akan tampil. Tanpa Vunk yang sepanjang pramusim menjadi andalan Persija di lini tengah patut dinantikan taktik yang akan di terapkan oleh Rahmad Darmawan. Berbagai pilihan yang ada harus bisa dimaksimalkan oleh RD untuk menguji variasi taktik yang beliau usung. Pemain-pemain bertipikal cepat ibarat M Ilham, Ramdani Lestaluhu dan Alfin Tuasalamony akan menjadi referensi di pertandingan malam nanti.

Di lini depan Yevgeni Kabayev yang dibutuhkan menjadi bintang gres Persija urung pula tampil alasannya yakni duduk kasus kebugaran, tanpa Kabayev serangan Macan Kemayoran akan bertumpu pada sang maskot tim Bambang Pamungkas. Meski sudah memasuki usia senja dengan segudang pengalaman yang dimilikinya ketajamannya terbukti tidak menurun terbukti dengan tunjangan 11 Goalnya ketika memperkuat Pelita Bandung Raya demam isu lalu.

KESIMPULAN

Duel Arema Cronus melawan Persija Jakarta merupakan pertemuan kedua mereka di adu pramusim menjelang Indonesia Super League 2015. Performa meyakinkan Singo Edan sepanjang pramusim harus dijaga di titik tertinggi ditengah tidak tentunya jadwal kompetisi yang sedianya dimulai bulan Februari. Dengan tidak komplitnya skuad Persija menciptakan Rahmad Darmawan harus memutar otak malam nanti mengingat sepanjang pramusim performa Macan Kemayoran masih kurang meyakinkan. Tanpa trio pemain asingnya yang tidak tampil akan berat bagi Persija untuk mengimbangi Singo Edan malam ini.


Foto : suara.com

Terkini Pre Match Analysis Arema V Persija



Ditundanya kick off Indonesia Super League tidak lantas menciptakan Arema Cronus berdiam diri. Serangkaian adu ujicoba sudah disusun untuk menyongsong kompetisi yang direncanakan akan dimulai 4 april mendatang.

AREMA

Laga melawan Persija menjadi ujicoba kompetitif kedua Arema Cronus sehabis di ujicoba sebelumnya di tur Blitar berkesudahan dengan kekalahan 1-0 dan kemenangan 0-3 atas PSBK. Menghadapi Persija malam nanti di stadion Kanjuruhan Singo Edan akan turun dengan kekuatan penuh. Kurnia Meiga yang sudah pulih dari cedera harus segera mengatakan performa terbaiknya mengingat performa solid yang ditunjukkan I Made Wardana sepanjang adu pramusim. Soliditas lini belakang Arema Cronus yang di awaki duet berpengalaman Victor Igbonefo dan Fabiano Beltrame akan diuji oleh lini depan Persija yang dimotori oleh Bambang Pamungkas.

Di lini tengah pragmatisnya gaya bermain yang ditunjukkan Arema Cronus sepanjang pramusim sepeninggal Gustavo Lopez tampak membuahkan hasil yang baik meski harus mengorbankan dominasi serangan yang ditunjukkan Singo Edan demam isu lalu. Ditundanya Indonesia Super League menciptakan duet instruktur Suharno dan Joko Susilo mempunyai waktu untuk terus membuatkan potensi lini tengah Arema Cronus yang kaya dengan pilihan pemain dengan aneka macam macam tipikal.

Di lini depan sepeninggal Beto Goncalves mudah duo Samsul Arif dan Cristian Gonzales menjadi referensi utama serangan Singo Edan. Yao Ruddy yang beberapa kali dicoba mengisi posisi Beto nampak belum bisa menyesuaikan diri mengingat tipikalnya sebagai sasaran man dan tidak fasih bermain melebar. Penampilan Samsul Arif yang tampak belum menemukan performa terbaiknya sepanjang pramusim menjadi sorotan tersendiri. 1 Goal yang diciptakannya di 9 adu kompetitif pramusim tentu menjadi sebuah alarm baginya untuk terus meningkatkan sentuhan balasannya di depan gawang.

PERSIJA

Di bawah racikan Rahmad Darmawan Persija demam isu ini memasang sasaran tinggi, dengan sederet pemain bintang lokal dan pemain gila berkelas tentu The Jakmania berharap banyak Macan Kemayoran akan merampungkan dahaga mereka akan gelar juara.

Di lini pertahanan solidnya performa Andritany di bawah mistar menciptakan Rahmad Darmawan tak ragu mempercayainya tampil reguler sebagai benteng terakhir Macan Kemayoran. Di jantung pertahanan, Alan Aciar yang menjadi andalan gres bagi RD pasca kepergian Fabiano Beltrame disebut urung tampil alasannya yakni tidak fit. Meragukannya kondisi  Alan Aciar mudah menciptakan Persija hanya menyisakan Vava Mario dan Ambrizal di lini tengah mengingat Gunawan Dwi Cahyo juga disebuat akan bolos dalam pertandingan malam nanti. Kondisi ini tentu kurang ideal mengingat Arema Cronus mempunyai duet striker berbahaya dalam diri Samsul Arif dan Cristian Gonzales yang dikenal sebagai salah satu duet terbaik di Indonesia Super League

Di lini tengah Martin Vunk yang menjadi andalan gres Persija juga dipastikan tidak akan tampil. Tanpa Vunk yang sepanjang pramusim menjadi andalan Persija di lini tengah patut dinantikan taktik yang akan di terapkan oleh Rahmad Darmawan. Berbagai pilihan yang ada harus bisa dimaksimalkan oleh RD untuk menguji variasi taktik yang beliau usung. Pemain-pemain bertipikal cepat ibarat M Ilham, Ramdani Lestaluhu dan Alfin Tuasalamony akan menjadi referensi di pertandingan malam nanti.

Di lini depan Yevgeni Kabayev yang dibutuhkan menjadi bintang gres Persija urung pula tampil alasannya yakni duduk kasus kebugaran, tanpa Kabayev serangan Macan Kemayoran akan bertumpu pada sang maskot tim Bambang Pamungkas. Meski sudah memasuki usia senja dengan segudang pengalaman yang dimilikinya ketajamannya terbukti tidak menurun terbukti dengan tunjangan 11 Goalnya ketika memperkuat Pelita Bandung Raya demam isu lalu.

KESIMPULAN

Duel Arema Cronus melawan Persija Jakarta merupakan pertemuan kedua mereka di adu pramusim menjelang Indonesia Super League 2015. Performa meyakinkan Singo Edan sepanjang pramusim harus dijaga di titik tertinggi ditengah tidak tentunya jadwal kompetisi yang sedianya dimulai bulan Februari. Dengan tidak komplitnya skuad Persija menciptakan Rahmad Darmawan harus memutar otak malam nanti mengingat sepanjang pramusim performa Macan Kemayoran masih kurang meyakinkan. Tanpa trio pemain asingnya yang tidak tampil akan berat bagi Persija untuk mengimbangi Singo Edan malam ini.


Foto : suara.com

Sabtu, 31 Januari 2015

Terkini Editorial - Keindahan Dalam Imajinasi Berbeda



Minggu malam, bertempat di Stadion Jakabaring Palembang euforia itu akan gelar kedua turnamen preseason yang di ikuti Arema jelang bergulirnya ISL demam isu 2015 tumpah. 

Ada yang mengejutkan disaat duet instruktur Suharno dan Joko Susilo menurukan deretan 3-5-2, timeline twitter maupun di beberapa daerah yang mengadakan nonton bareng juga bertanya tanya dengan nada sedikit pesimisme. Formasi ini menjadi yang pertama digunakan Arema selama preseason, sebelumnya deretan yang jamak digunakan ialah 4-3-1-2 atau 4-3-3.

Pendekatan seni administrasi yang  dipakai coach Suharno dan Joko Susilo bisa dibilang sangat cermat, dengan kondisi pemain yang kecapekan dan mengantisipasi serangan cepat yang ditunjang dribble hebat ala pemain depan Sriwijaya FC macam Ferdinand, Tibo maupun Anis Nabar, duet instruktur ini menentukan untuk memakai denah bertahan.

Menempatkan 3 bek tengah dengan 3 gelandang berpengaruh dalam duel ibarat Juan Revi, FAS dan Sukadana, Arema bisa bermain dengan cara yang tidak biasa dan terkesan tidak yummy ditonton. Sepak bola pragmatis nampak diperagakan Arema malam itu di Palembang, nada kurang puas ketika pertandingan berlangsung pun bertubi tubi muncul di tab mention @AremaStats ketika itu.
Sebelumnya, ketika kami mengetahui DSP Arema malam itu, di akun twitter AremaStats juga menuliskan kalau deretan ini bukan untuk melancarkan serangan balik alasannya tak ada pemain yang memiliki kecepatan elok dan Arema akan memainkan sepak bola yang menuntut kesabaran. Kesabaran buat semua elemen di Arema tak terkecuali Aremania.

Kelemahan Sriwijaya dalam mengantisipasi bola atas dengan ditunjang catatan dimana Goal kemasukan mereka selalu ada di babak kedua berbanding terbalik dengan catatan Arema yang memiliki prosentase mencetak Goal di babak kedua mencapai 67% dan kemampuan yang elok dalam hal duel udara. Catatan itu yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Arema.

Musim kemudian Arema sudah gunakan 3-5-2 tapi kali ini dengan abjad yang berbeda dan pendekatannya terhadap seni administrasi lawan juga dibentuk sedemikian rupa untuk memperoleh kemenangan serta keindahan permainan sepak bola dalam imajinasi yang berbeda.

Sepak bola pada hakikatnya ialah mencetak Goal kemudian memperoleh kemenangan. Seperti mengutip perkataan Jose Mourinho


“Sepak bola ialah permainan untuk dimenangkan” – Jose Mourinho


Terkini Editorial - Keindahan Dalam Imajinasi Berbeda



Minggu malam, bertempat di Stadion Jakabaring Palembang euforia itu akan gelar kedua turnamen preseason yang di ikuti Arema jelang bergulirnya ISL demam isu 2015 tumpah. 

Ada yang mengejutkan disaat duet instruktur Suharno dan Joko Susilo menurukan deretan 3-5-2, timeline twitter maupun di beberapa daerah yang mengadakan nonton bareng juga bertanya tanya dengan nada sedikit pesimisme. Formasi ini menjadi yang pertama digunakan Arema selama preseason, sebelumnya deretan yang jamak digunakan ialah 4-3-1-2 atau 4-3-3.

Pendekatan seni administrasi yang  dipakai coach Suharno dan Joko Susilo bisa dibilang sangat cermat, dengan kondisi pemain yang kecapekan dan mengantisipasi serangan cepat yang ditunjang dribble hebat ala pemain depan Sriwijaya FC macam Ferdinand, Tibo maupun Anis Nabar, duet instruktur ini menentukan untuk memakai denah bertahan.

Menempatkan 3 bek tengah dengan 3 gelandang berpengaruh dalam duel ibarat Juan Revi, FAS dan Sukadana, Arema bisa bermain dengan cara yang tidak biasa dan terkesan tidak yummy ditonton. Sepak bola pragmatis nampak diperagakan Arema malam itu di Palembang, nada kurang puas ketika pertandingan berlangsung pun bertubi tubi muncul di tab mention @AremaStats ketika itu.
Sebelumnya, ketika kami mengetahui DSP Arema malam itu, di akun twitter AremaStats juga menuliskan kalau deretan ini bukan untuk melancarkan serangan balik alasannya tak ada pemain yang memiliki kecepatan elok dan Arema akan memainkan sepak bola yang menuntut kesabaran. Kesabaran buat semua elemen di Arema tak terkecuali Aremania.

Kelemahan Sriwijaya dalam mengantisipasi bola atas dengan ditunjang catatan dimana Goal kemasukan mereka selalu ada di babak kedua berbanding terbalik dengan catatan Arema yang memiliki prosentase mencetak Goal di babak kedua mencapai 67% dan kemampuan yang elok dalam hal duel udara. Catatan itu yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Arema.

Musim kemudian Arema sudah gunakan 3-5-2 tapi kali ini dengan abjad yang berbeda dan pendekatannya terhadap seni administrasi lawan juga dibentuk sedemikian rupa untuk memperoleh kemenangan serta keindahan permainan sepak bola dalam imajinasi yang berbeda.

Sepak bola pada hakikatnya ialah mencetak Goal kemudian memperoleh kemenangan. Seperti mengutip perkataan Jose Mourinho


“Sepak bola ialah permainan untuk dimenangkan” – Jose Mourinho


Minggu, 18 Januari 2015

Terkini Match Preview Arema V Kawan Kukar

AREMA

Pasca berpartisipasi di Trofeo Persija, Arema sudah dinantikan ajang pramusim selanjutnya. Di turnamen bertajuk  SCM Cup, tuan rumah Arema akan bertemu Mitra Kukar, Persela Lamongan serta Persipura Jayapura.

Performa Singo Edan dalam Trofeo Persija yang belum meyakinkan akan akan mendapat ujian dari Mitra Kukar sore nanti. Kegagalan Arema mencetak Goal di Jakarta menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh duet instruktur Suharno dan Joko Susilo. Kurang baiknya performa Abblode Yao Ruddy di sektor penyerangan sayap kanan menciptakan duet instruktur Arema ini tampaknya harus berpikir ulang untuk mencari pemain yang sempurna di posisi ini. Ahmad Noviandani yang belum mendapat kesempatan tampil di Trofeo Persija kemudian menjadi salah satu opsi yang dimiliki untuk menambal kekurangan ini.

Di sektor tengah tanpa pemain yang bisa berlama-lama dengan bola, Singo Edan harus bisa memaksimalkan potensi Sengbah Kennedy. Sengbah yang mempunyai kelebihan dalam mobilitas dan pergerakannya bisa menjadi kunci permainan Arema untuk menemukan formula serangan yang mematikan. Angin segar tiba dari solidnya lini belakang yang dihuni duet Fabiano Beltrame dan Victor Igbonefo, performa solid keduanya terbukti bisa menghindarkan Arema dari kebobolan. Duet pemain sarat pengalaman ini menciptakan Arema gres kebobolan satu Goal dari uitm selama masa ujicoba. Di sektor bek sayap kehadiran Hasyim Kipuw terbukti meningkatan agresivitas sayap kanan Singo Edan, umpan-umpan crossingnya yang akurat dan kelebihannya dalam membawa bola menciptakan Arema mempunyai opsi lain dalam mengkreasi serangan.

Kurang maksimalnya penampilan di Trofeo Persija kemudian menciptakan Arema harus banyak berbenah untuk menyongsong ISL ekspresi dominan depan. Progress harus terus ditunjukkan Singo Edan untuk mengambarkan diri sebagai penantang serius perebutan mahkota Liga Indonesia.

Mitra Kukar

Mitra Kukar ekspresi dominan ini tampil dengan wajah baru, ditangani oleh Scott Cooper instruktur berpengalaman asal inggris Naga Mekes coba memadukan pemain muda dan pemain berpengalaman untuk membentuk tim yang solid, 3 kemenangan dari pelatihan center di Thailand menjadi modal Mitra Kukar untuk menyongsong SCM Cup. Dengan sederet pemain alumni timnas u19 Mitra Kukar bisa menundukkan TTM Custom 2-1, Air Force Central 2-0 dan Ratchaburi FC 1-0.

Sederet pembenahan dilakukan Mitra Kukar yang ekspresi dominan kemudian terhenti di babak delapan besar. Hengkangnya penjaga gawang utama Dian Agus yang menyeberang ke Palembang coba ditutupi dengan merekrut Ravi Murdianto yang merupakan penjaga gawang utama timnas u19. Di lini belakang tidak banyak perubahan yang dilakukan, hengkangnya Reinaldo Lobo digantikan oleh bek asal Spanyol Jorge Gotor yang terakhir memperkuat klub Irak Arbil FC. Bertahannya kapten tim Zulkifli Syukur, Diego Michiels dan Dedi Gusmawan menciptakan komposisi inti di belakang tidak banyak berubah. Pemain muda ibarat Rudolf Yanto Basma dan Ryuji Utomo yang gres didatangkan akan menambah kedalam skuad di lini belakang. Di lini tengah kedatangan Isaac Chansa yang merupakan pemenang Piala Afrika 2012 bersama Zambia serta Cristobal Marquez Crespo diperlukan bisa mendongkrak permainan Naga Mekes yang melepas Eric Weeks dan Raphael Maitimo yang mempunyai tugas sentral ekspresi dominan lalu.

Perubahan signifikan terjadi di lini serang, hengkangnya Dzumafo dan Zulham Zamrun coba ditutupi dengan mendatangkan pemain berpengalaman Rahmad Affandi dan pemain muda Septian David Maulana.

SCM Cup menjadi ujian terkini bagi kombinasi tua-muda ala Mitra Kukar. Kehilangan kekuatan utama ibarat Zulham Zamrun, Maitimo dan Eric Weeks tampak tidak banyak besar lengan berkuasa di ujicoba terakhir mereka. Ajang SCM Cup akan menjadi pembuktian Scott Cooper untuk menegaskan Mitra Kukar sebagai salah satu tim kuda hitam yang sedang meningkatkan status sebagai penantang juara.

Terkini Match Preview Arema V Kawan Kukar

AREMA

Pasca berpartisipasi di Trofeo Persija, Arema sudah dinantikan ajang pramusim selanjutnya. Di turnamen bertajuk  SCM Cup, tuan rumah Arema akan bertemu Mitra Kukar, Persela Lamongan serta Persipura Jayapura.

Performa Singo Edan dalam Trofeo Persija yang belum meyakinkan akan akan mendapat ujian dari Mitra Kukar sore nanti. Kegagalan Arema mencetak Goal di Jakarta menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh duet instruktur Suharno dan Joko Susilo. Kurang baiknya performa Abblode Yao Ruddy di sektor penyerangan sayap kanan menciptakan duet instruktur Arema ini tampaknya harus berpikir ulang untuk mencari pemain yang sempurna di posisi ini. Ahmad Noviandani yang belum mendapat kesempatan tampil di Trofeo Persija kemudian menjadi salah satu opsi yang dimiliki untuk menambal kekurangan ini.

Di sektor tengah tanpa pemain yang bisa berlama-lama dengan bola, Singo Edan harus bisa memaksimalkan potensi Sengbah Kennedy. Sengbah yang mempunyai kelebihan dalam mobilitas dan pergerakannya bisa menjadi kunci permainan Arema untuk menemukan formula serangan yang mematikan. Angin segar tiba dari solidnya lini belakang yang dihuni duet Fabiano Beltrame dan Victor Igbonefo, performa solid keduanya terbukti bisa menghindarkan Arema dari kebobolan. Duet pemain sarat pengalaman ini menciptakan Arema gres kebobolan satu Goal dari uitm selama masa ujicoba. Di sektor bek sayap kehadiran Hasyim Kipuw terbukti meningkatan agresivitas sayap kanan Singo Edan, umpan-umpan crossingnya yang akurat dan kelebihannya dalam membawa bola menciptakan Arema mempunyai opsi lain dalam mengkreasi serangan.

Kurang maksimalnya penampilan di Trofeo Persija kemudian menciptakan Arema harus banyak berbenah untuk menyongsong ISL ekspresi dominan depan. Progress harus terus ditunjukkan Singo Edan untuk mengambarkan diri sebagai penantang serius perebutan mahkota Liga Indonesia.

Mitra Kukar

Mitra Kukar ekspresi dominan ini tampil dengan wajah baru, ditangani oleh Scott Cooper instruktur berpengalaman asal inggris Naga Mekes coba memadukan pemain muda dan pemain berpengalaman untuk membentuk tim yang solid, 3 kemenangan dari pelatihan center di Thailand menjadi modal Mitra Kukar untuk menyongsong SCM Cup. Dengan sederet pemain alumni timnas u19 Mitra Kukar bisa menundukkan TTM Custom 2-1, Air Force Central 2-0 dan Ratchaburi FC 1-0.

Sederet pembenahan dilakukan Mitra Kukar yang ekspresi dominan kemudian terhenti di babak delapan besar. Hengkangnya penjaga gawang utama Dian Agus yang menyeberang ke Palembang coba ditutupi dengan merekrut Ravi Murdianto yang merupakan penjaga gawang utama timnas u19. Di lini belakang tidak banyak perubahan yang dilakukan, hengkangnya Reinaldo Lobo digantikan oleh bek asal Spanyol Jorge Gotor yang terakhir memperkuat klub Irak Arbil FC. Bertahannya kapten tim Zulkifli Syukur, Diego Michiels dan Dedi Gusmawan menciptakan komposisi inti di belakang tidak banyak berubah. Pemain muda ibarat Rudolf Yanto Basma dan Ryuji Utomo yang gres didatangkan akan menambah kedalam skuad di lini belakang. Di lini tengah kedatangan Isaac Chansa yang merupakan pemenang Piala Afrika 2012 bersama Zambia serta Cristobal Marquez Crespo diperlukan bisa mendongkrak permainan Naga Mekes yang melepas Eric Weeks dan Raphael Maitimo yang mempunyai tugas sentral ekspresi dominan lalu.

Perubahan signifikan terjadi di lini serang, hengkangnya Dzumafo dan Zulham Zamrun coba ditutupi dengan mendatangkan pemain berpengalaman Rahmad Affandi dan pemain muda Septian David Maulana.

SCM Cup menjadi ujian terkini bagi kombinasi tua-muda ala Mitra Kukar. Kehilangan kekuatan utama ibarat Zulham Zamrun, Maitimo dan Eric Weeks tampak tidak banyak besar lengan berkuasa di ujicoba terakhir mereka. Ajang SCM Cup akan menjadi pembuktian Scott Cooper untuk menegaskan Mitra Kukar sebagai salah satu tim kuda hitam yang sedang meningkatkan status sebagai penantang juara.

Kamis, 06 November 2014

Terkini 15 Menit Terakhir, Mengubah Segalanya

Stadion Gelora Sriwijaya Palembang menjadi hukuman berakhirnya animo hebat Arema di kompetisi ISL animo 2014. Bermain di bawah kondisi udara yang kurang baik lantaran kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Persib bisa comeback dengan menjungkalkan Arema dengan skor 3-1, habis sudah harapan seluruh elemen klub pujian Aremania Aremanita ini melaju ke babak Final ISL.

Strategi Kedua Kesebelasan

Arema malam itu turun dengan gunakan gugusan 4-3-1-2, ini yaitu kali ke lima Arema memakai referensi ibarat ini. Harapannya tentu Arema ingin menguasai penuh lini tengah. Turun tanpa kiper utama Kurnia Meiga, Suharno menentukan Ahmad Kurniawan sebagai suksesor di bawah mistar gawang. Kuartet lini belakang Arema dipercayakan kepada Gathuessi, Igbonefo, Purwaka dan Alfarizi. Di lini tengah, trio gelandang Juan Revi, Bustomi dan Hendro Siswanto pundak membahu menguasai lini tengah permainan, sedangkan Gustavo berada di belakang dua striker, Beto dan EL Loco Gonzales.

Persib gunakan gugusan 4-2-3-1, gugusan yang menjadi pattern Jajang Nurjaman animo ini, mengandalkan serangan sayap dengan memanfaatkan kecepatan pemain flank dan umpan long ball maupun through pass menjadi awal dari sebuah serangan mereka dipertandingan kali ini.

Jalannya Pertandingan

Awal babak pertama Pesib sedikit memberi kejutan dengan serangan balik cepat, namun beruntung pertahanan Arema bermain penuh konsentrasi di menit ini dan mengakibatkan beberapa peluang Ferdinand cs mentah.

Melewati 15 menit pertama, Arema berhasil menguasai penuh kendali permainan. Pola 4-3-1-2 ini menciptakan Arema dengan gampang melaksanakan ball possession, namun dengan gugusan ini pula pasukan Suharno melaksanakan serangan hanya bertumpu pada kemampuan Gustavo Lopez, Beto dan El Loco. 

Lini tengah Arema menerapkan permainan bernafsu dengan pressing yang ketat, hal ini menciptakan Persib dipaksa bermain setengah lapangan dengan sesekali melaksanakan long pass dimana menempatkan Ferdinand Sinaga sendirian di depan. Serangan Persib dari sayap juga bisa diredam dengan baik berkat kedisiplinan pemain belakang Arema. 

Sayangnya, ketika Singo Edan bisa menguasai hampir setengah lapangan, Bustomi cs hanya bisa ciptakan tiga attempts dimana kesemuanya dilakukan dari luar kotak pinalti. Pertahanan rapat Persib selamatkan gawang Made Wirawan dari kebobolan. Passing di kawasan dalam kotak pinalti Persib banyak yang tidak menemui sasaran, begitu juga dengan akurasi crossing Arema di babak pertama yang memiliki tingkat akurasi 0% dari 14x pecobaan.

Gambar dibawah ini menjelaskan bagaimana passing Arema di final third,  sisi penyerangan sayap kanan menjadi bidang yang sering dikuasai Arema untuk mengalirkan bola, ibarat bahasan kita sebelum pertandingan bahwa sisi kiri pertahanan Persib menjadi area yang paling banyak kecolongan dan berbuah Goal kemasukan untuk Maung Bandung.


Arema Final Third Pass Half Time
Di babak kedua Singo Edan pribadi membuka skor pada menit 46, sebuah serangan dari sisi kiri pertahanan Persib yang dimotori oleh Gustavo Lopez berhasil dituntaskan oleh Beto Goncalves untuk menciptakan Arema unggul 1-0. Ini menjadi Goal ke 12 Beto di Indonesia Super League animo ini dan juga memantapkan Gustavo sebagai top assist di Arema sebanyak 11. 

Persib pribadi tersengat dan berusaha mengambil alih kendali permainan. Taufiq yang dibabak pertama bermain kurang baik kesannya ditarik keluar digantikan oleh Hariono. Masuknya Hariono mempermudah kinerja Konate dan Firman Utina dalam mengkreasi serangan Persib lantaran Hariono yaitu tipikal pemain dengan kemampuan ball winner baik dan itu tidak ada di babak pertama dalam bagan permainan anak didik Jajang Nurjamana. Mudah kendali permainan pribadi beralih dan Maung Bandung melancarkan serangan gencar yang memaksa pemain Arema turun bertahan lebih dalam.

Jajang Nurjaman ibarat kebiasaan beliau yang selalu menurunkan Atep dibabak kedua kesannya dilakukan, pemain bernomor punggung 7 ini masuk menggantikan Tantan. Sementara Arema meresponnya dengan memasukan Benny Wahyudi untuk menggantikan Thierry Gathuessi, pergantian ini lebih lantaran Gathuessi tampil kurang baik dengan sering meninggalkan pos nya. Gustavo Lopez yang sudah mengalami sedikit gangguan pada kakinya akhirya digantikan oleh Sukadana, perubahan ini menciptakan performa Arema semakin menurun untuk menyusun bagan serangan lantaran dikala itu Arema memakai tiga gelandang bertipikal bertahan.

Arema Final Third Second Half
Petaka itu tiba di 15 menit terakhir, dimana dalam catatan kami menit tersebut yaitu menit rawan Arema kebobolan dan menit dimana Persib bermain sangat agresif, hal yang sudah kami tekankan sebelum pertandingan dimulai. 

Serangan gencar Persib kesannya menuai hasil, lewat tendangan sudut yang memantul ketiang jauh,  Makan Konate memenangi duel udara melawan Juan Revi dan bisa memperlihatkan bola kepada Vladimir Vujovic yang tanpa kawalan dimulut gawang Arema. Skor 1-1 menciptakan Maung Bandung ibarat tersengat untuk lebih bersemangat mencetak Goal tambahan, sementara Singo Edan tampak kehilangan kepercayaan diri dalam menghadapi ganasnya serangan Persib. Bustomi pun tak bisa melanjutkan pertandingan lantaran cidera yang beliau dapat, Samsul Arif menjadi pemain pengganti dan Suharno berharap sanggup mendapat berkah dikala menurunkan top skore Arema ini. Peluit panjang wasit dibunyikan tanda pertandingan harus dilanjutkan ke babak ekstra time.

Di menit pertama babak extra time Atep pribadi membawa Persib unggul lewat tendangan kaki kanannya. Sodoran Makan Konate yang membelah pertahanan menciptakan Atep yang lolos dari kawalan Benny Wahyudi bisa melaksanakan finishing sempurna. Di babak extra time mudah hanya satu peluang yang didapat Arema melalui Beto yang tendanganya masih tipis disisi kiri gawang Persib. Persib melengkapi kemenangan lewat Goal Makan Konate memanfaatkan kesalahan Alfarizi dalam melaksanakan back pass. Skor 3-1 mengubur mimpi Singo Edan untuk mengangkat trofi ISL animo ini.

Gustavo Sosok Central

Pergantian Gustavo bukan tanpa sebab, kondisi sang pemain yang sudah tidak berpengaruh untuk melanjutkan pertandingan kesannya menciptakan instruktur memutuskan untuk menggantinya dengan Sukadana. Kondisi Arema yang sudah unggul juga memberi tugas atas keputusan ini. Pilihannya ibarat ini, Arema yang sudah unggul dan melihat pemain penting sudah mendapat cidera, maka keputusan untuk mengganti yaitu keputusan yang sangat bijak, mengingat dikala itu pikiran instruktur bahwa dengan bermain lebih bertahan maka mempertahankan keunggulan yaitu sesuatu yang penting. Namun semua berubah 15 menit terakhir dimana Arema kembali harus kecolongan dan menciptakan keunggulan Arema bisa disamakan oleh Persib. 

Purwaka Menggila

Harus kita akui bahwa pemain bernomor punggung 2 di Arema ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh pemain belakang Arema yang lain, dikala menghadapi Persib Bandung kemaren yaitu puncak dari penampilan sang pemain sepanjang animo ini, Purwaka tercatat melaksanakan 18 kali intercept dan melaksanakan 6 kali tackle sukses yang dimana dua item ini menjadi perolehan tertinggi diantara pemain Arema yang lain. Sayangnya penampilan impresif sang pemain ini gagal membawa Arema lolos ke Final.

Menatap Musim Depan

Semua elemen harus mengevaluasi apa yang menjadi penyebab gagalnya Arema animo ini, seolah menjadi antiklimaks atas penampilan Arema yang menawan semenjak preseason dan fase grup namun tak ada apanya jikalau trofi yang menjadi harapan seluruh komponnen di Arema  gagal diraih.

Kami juga meminta maaf jikalau animo yang panjang ini belom bisa memperlihatkan bantuan yang banyak untuk Arema, biar animo depan semua lebih baik, lantaran pada kesannya parameter kesuksesan sebuah klub dinilai menurut trofi yang didapat. Salam Satu Jiwa AREMA!!

Terkini 15 Menit Terakhir, Mengubah Segalanya

Stadion Gelora Sriwijaya Palembang menjadi hukuman berakhirnya animo hebat Arema di kompetisi ISL animo 2014. Bermain di bawah kondisi udara yang kurang baik lantaran kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Persib bisa comeback dengan menjungkalkan Arema dengan skor 3-1, habis sudah harapan seluruh elemen klub pujian Aremania Aremanita ini melaju ke babak Final ISL.

Strategi Kedua Kesebelasan

Arema malam itu turun dengan gunakan gugusan 4-3-1-2, ini yaitu kali ke lima Arema memakai referensi ibarat ini. Harapannya tentu Arema ingin menguasai penuh lini tengah. Turun tanpa kiper utama Kurnia Meiga, Suharno menentukan Ahmad Kurniawan sebagai suksesor di bawah mistar gawang. Kuartet lini belakang Arema dipercayakan kepada Gathuessi, Igbonefo, Purwaka dan Alfarizi. Di lini tengah, trio gelandang Juan Revi, Bustomi dan Hendro Siswanto pundak membahu menguasai lini tengah permainan, sedangkan Gustavo berada di belakang dua striker, Beto dan EL Loco Gonzales.

Persib gunakan gugusan 4-2-3-1, gugusan yang menjadi pattern Jajang Nurjaman animo ini, mengandalkan serangan sayap dengan memanfaatkan kecepatan pemain flank dan umpan long ball maupun through pass menjadi awal dari sebuah serangan mereka dipertandingan kali ini.

Jalannya Pertandingan

Awal babak pertama Pesib sedikit memberi kejutan dengan serangan balik cepat, namun beruntung pertahanan Arema bermain penuh konsentrasi di menit ini dan mengakibatkan beberapa peluang Ferdinand cs mentah.

Melewati 15 menit pertama, Arema berhasil menguasai penuh kendali permainan. Pola 4-3-1-2 ini menciptakan Arema dengan gampang melaksanakan ball possession, namun dengan gugusan ini pula pasukan Suharno melaksanakan serangan hanya bertumpu pada kemampuan Gustavo Lopez, Beto dan El Loco. 

Lini tengah Arema menerapkan permainan bernafsu dengan pressing yang ketat, hal ini menciptakan Persib dipaksa bermain setengah lapangan dengan sesekali melaksanakan long pass dimana menempatkan Ferdinand Sinaga sendirian di depan. Serangan Persib dari sayap juga bisa diredam dengan baik berkat kedisiplinan pemain belakang Arema. 

Sayangnya, ketika Singo Edan bisa menguasai hampir setengah lapangan, Bustomi cs hanya bisa ciptakan tiga attempts dimana kesemuanya dilakukan dari luar kotak pinalti. Pertahanan rapat Persib selamatkan gawang Made Wirawan dari kebobolan. Passing di kawasan dalam kotak pinalti Persib banyak yang tidak menemui sasaran, begitu juga dengan akurasi crossing Arema di babak pertama yang memiliki tingkat akurasi 0% dari 14x pecobaan.

Gambar dibawah ini menjelaskan bagaimana passing Arema di final third,  sisi penyerangan sayap kanan menjadi bidang yang sering dikuasai Arema untuk mengalirkan bola, ibarat bahasan kita sebelum pertandingan bahwa sisi kiri pertahanan Persib menjadi area yang paling banyak kecolongan dan berbuah Goal kemasukan untuk Maung Bandung.


Arema Final Third Pass Half Time
Di babak kedua Singo Edan pribadi membuka skor pada menit 46, sebuah serangan dari sisi kiri pertahanan Persib yang dimotori oleh Gustavo Lopez berhasil dituntaskan oleh Beto Goncalves untuk menciptakan Arema unggul 1-0. Ini menjadi Goal ke 12 Beto di Indonesia Super League animo ini dan juga memantapkan Gustavo sebagai top assist di Arema sebanyak 11. 

Persib pribadi tersengat dan berusaha mengambil alih kendali permainan. Taufiq yang dibabak pertama bermain kurang baik kesannya ditarik keluar digantikan oleh Hariono. Masuknya Hariono mempermudah kinerja Konate dan Firman Utina dalam mengkreasi serangan Persib lantaran Hariono yaitu tipikal pemain dengan kemampuan ball winner baik dan itu tidak ada di babak pertama dalam bagan permainan anak didik Jajang Nurjamana. Mudah kendali permainan pribadi beralih dan Maung Bandung melancarkan serangan gencar yang memaksa pemain Arema turun bertahan lebih dalam.

Jajang Nurjaman ibarat kebiasaan beliau yang selalu menurunkan Atep dibabak kedua kesannya dilakukan, pemain bernomor punggung 7 ini masuk menggantikan Tantan. Sementara Arema meresponnya dengan memasukan Benny Wahyudi untuk menggantikan Thierry Gathuessi, pergantian ini lebih lantaran Gathuessi tampil kurang baik dengan sering meninggalkan pos nya. Gustavo Lopez yang sudah mengalami sedikit gangguan pada kakinya akhirya digantikan oleh Sukadana, perubahan ini menciptakan performa Arema semakin menurun untuk menyusun bagan serangan lantaran dikala itu Arema memakai tiga gelandang bertipikal bertahan.

Arema Final Third Second Half
Petaka itu tiba di 15 menit terakhir, dimana dalam catatan kami menit tersebut yaitu menit rawan Arema kebobolan dan menit dimana Persib bermain sangat agresif, hal yang sudah kami tekankan sebelum pertandingan dimulai. 

Serangan gencar Persib kesannya menuai hasil, lewat tendangan sudut yang memantul ketiang jauh,  Makan Konate memenangi duel udara melawan Juan Revi dan bisa memperlihatkan bola kepada Vladimir Vujovic yang tanpa kawalan dimulut gawang Arema. Skor 1-1 menciptakan Maung Bandung ibarat tersengat untuk lebih bersemangat mencetak Goal tambahan, sementara Singo Edan tampak kehilangan kepercayaan diri dalam menghadapi ganasnya serangan Persib. Bustomi pun tak bisa melanjutkan pertandingan lantaran cidera yang beliau dapat, Samsul Arif menjadi pemain pengganti dan Suharno berharap sanggup mendapat berkah dikala menurunkan top skore Arema ini. Peluit panjang wasit dibunyikan tanda pertandingan harus dilanjutkan ke babak ekstra time.

Di menit pertama babak extra time Atep pribadi membawa Persib unggul lewat tendangan kaki kanannya. Sodoran Makan Konate yang membelah pertahanan menciptakan Atep yang lolos dari kawalan Benny Wahyudi bisa melaksanakan finishing sempurna. Di babak extra time mudah hanya satu peluang yang didapat Arema melalui Beto yang tendanganya masih tipis disisi kiri gawang Persib. Persib melengkapi kemenangan lewat Goal Makan Konate memanfaatkan kesalahan Alfarizi dalam melaksanakan back pass. Skor 3-1 mengubur mimpi Singo Edan untuk mengangkat trofi ISL animo ini.

Gustavo Sosok Central

Pergantian Gustavo bukan tanpa sebab, kondisi sang pemain yang sudah tidak berpengaruh untuk melanjutkan pertandingan kesannya menciptakan instruktur memutuskan untuk menggantinya dengan Sukadana. Kondisi Arema yang sudah unggul juga memberi tugas atas keputusan ini. Pilihannya ibarat ini, Arema yang sudah unggul dan melihat pemain penting sudah mendapat cidera, maka keputusan untuk mengganti yaitu keputusan yang sangat bijak, mengingat dikala itu pikiran instruktur bahwa dengan bermain lebih bertahan maka mempertahankan keunggulan yaitu sesuatu yang penting. Namun semua berubah 15 menit terakhir dimana Arema kembali harus kecolongan dan menciptakan keunggulan Arema bisa disamakan oleh Persib. 

Purwaka Menggila

Harus kita akui bahwa pemain bernomor punggung 2 di Arema ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh pemain belakang Arema yang lain, dikala menghadapi Persib Bandung kemaren yaitu puncak dari penampilan sang pemain sepanjang animo ini, Purwaka tercatat melaksanakan 18 kali intercept dan melaksanakan 6 kali tackle sukses yang dimana dua item ini menjadi perolehan tertinggi diantara pemain Arema yang lain. Sayangnya penampilan impresif sang pemain ini gagal membawa Arema lolos ke Final.

Menatap Musim Depan

Semua elemen harus mengevaluasi apa yang menjadi penyebab gagalnya Arema animo ini, seolah menjadi antiklimaks atas penampilan Arema yang menawan semenjak preseason dan fase grup namun tak ada apanya jikalau trofi yang menjadi harapan seluruh komponnen di Arema  gagal diraih.

Kami juga meminta maaf jikalau animo yang panjang ini belom bisa memperlihatkan bantuan yang banyak untuk Arema, biar animo depan semua lebih baik, lantaran pada kesannya parameter kesuksesan sebuah klub dinilai menurut trofi yang didapat. Salam Satu Jiwa AREMA!!