This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 Juni 2014

Terkini Top Performer Of The Month Mei



Setelah usang tak memberi ulasan taktik dan statistik dalam bentuk artikel di blog , kini kami muncul kembali. Dengan tajuk Top Performer of The Month Mei, kami telah meresult statistik performa keseluruhan pemain Arema di bulan Mei. Hasilnya yaitu kami menentukan Gustavo Lopez sebagai  Top Performer of The Month Mei.

Dibawah ini kami berikan warta grafis beserta analisa performa pemilik nomer punggung 8 di Arema animo ini, Gustavo Lopez


Terkini Top Performer Of The Month Mei



Setelah usang tak memberi ulasan taktik dan statistik dalam bentuk artikel di blog , kini kami muncul kembali. Dengan tajuk Top Performer of The Month Mei, kami telah meresult statistik performa keseluruhan pemain Arema di bulan Mei. Hasilnya yaitu kami menentukan Gustavo Lopez sebagai  Top Performer of The Month Mei.

Dibawah ini kami berikan warta grafis beserta analisa performa pemilik nomer punggung 8 di Arema animo ini, Gustavo Lopez


Terkini Purwaka Yudi Sosok Central Defense Arema

Statistik Purwaka di ISL ekspresi dominan ini








Sempat usang menepi di pertengahan ekspresi dominan nama Purwaka kembali menghiasi line up Arema. Purwaka yang tak tergantikan di awal ekspresi dominan namanya menghilang dikala cedera menerpanya. Performanya yang manis di 4 pertandingan di awal ekspresi dominan menciptakan Arema tidak pernah kebobolan selama ia tampil.

Pemain asal Lampung ini mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam membaca serangan lawan. Dengan postur sedang Purwaka memang tidak mempunyai keunggulan dalam melaksanakan duel udara kelemahan ini bisa ditutupi dengan kemampuannya yang piawai dalam membaca permainan. Total 32 intercept dan 24 clearance dari 7 pertandingan yang dilakoninya menunjukkan kapasitasnya sebagai bek andal.

Gaya bermain yang hening dan higienis ditunjukkan dengan hanya 3 pelanggaran yang dibuatnya tanpa satu kalipun memperoleh kartu kuning ataupun merah. Berduet dengan Victor Igbonefo, keduanya mempunyai kemampuan yang saling melengkapi. Victor yang tinggi besar mempunyai kemampuan manis dalam berduel udara serta mempunyai kecepatan yang tidak mengecewakan bagus, Purwaka yang bertubuh sedikit mungil melengkapinya dengan cover permainan yang apik serta visi bertahan yang jempolan.

Rekor tidak pernah kebobolan selama Purwaka bermain yaitu bukti kepiawaiannya mengawal lini belakang Singo Edan. Cedera yang sering menimpanya tentu menjadi PR bagi Purwaka sekaligus tim medis untuk membuatnya bugar sepanjang musim. Bila bisa bugar sepanjang ekspresi dominan bukan mustahil kemampuannya akan mendongkrak kualitas permainan Singo Edan dalam perjuangan merengkuh banyak sekali gelar.

Terkini Purwaka Yudi Sosok Central Defense Arema

Statistik Purwaka di ISL ekspresi dominan ini








Sempat usang menepi di pertengahan ekspresi dominan nama Purwaka kembali menghiasi line up Arema. Purwaka yang tak tergantikan di awal ekspresi dominan namanya menghilang dikala cedera menerpanya. Performanya yang manis di 4 pertandingan di awal ekspresi dominan menciptakan Arema tidak pernah kebobolan selama ia tampil.

Pemain asal Lampung ini mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam membaca serangan lawan. Dengan postur sedang Purwaka memang tidak mempunyai keunggulan dalam melaksanakan duel udara kelemahan ini bisa ditutupi dengan kemampuannya yang piawai dalam membaca permainan. Total 32 intercept dan 24 clearance dari 7 pertandingan yang dilakoninya menunjukkan kapasitasnya sebagai bek andal.

Gaya bermain yang hening dan higienis ditunjukkan dengan hanya 3 pelanggaran yang dibuatnya tanpa satu kalipun memperoleh kartu kuning ataupun merah. Berduet dengan Victor Igbonefo, keduanya mempunyai kemampuan yang saling melengkapi. Victor yang tinggi besar mempunyai kemampuan manis dalam berduel udara serta mempunyai kecepatan yang tidak mengecewakan bagus, Purwaka yang bertubuh sedikit mungil melengkapinya dengan cover permainan yang apik serta visi bertahan yang jempolan.

Rekor tidak pernah kebobolan selama Purwaka bermain yaitu bukti kepiawaiannya mengawal lini belakang Singo Edan. Cedera yang sering menimpanya tentu menjadi PR bagi Purwaka sekaligus tim medis untuk membuatnya bugar sepanjang musim. Bila bisa bugar sepanjang ekspresi dominan bukan mustahil kemampuannya akan mendongkrak kualitas permainan Singo Edan dalam perjuangan merengkuh banyak sekali gelar.

Sabtu, 14 Juni 2014

Terkini Marketing Dunia Sepak Bola


Di pagelaran Piala Dunia, uang mengalir sangat deras. Bayangkan, sebagai gambaran, pada 2010 sekitar 700 juta orang menonton simpulan antara Belanda melawan Spanyol. Di Brasil, pagelaran Piala Dunia diperkirakan akan ditonton 3,6 miliar penduduk di 192 negara. Para manajer periklanan akan melihat ini sebagai ajang untuk memperlihatkan produk mereka.

Para produsen alat-alat olahraga bersaing untuk memperluas pangsa pasar. Bola yang dipakai di Brasil dibentuk oleh Adidas. Perusahaan Jerman itu juga memasok produk terkait olahraga ini untuk sembilan tim menyerupai Jerman, Argentina dan Spanyol. Adidas pun memasok keperluan untuk wasit, anak gawang dan para sukarelawan. Perusahaan Jerman lain, menyerupai Puma melaksanakan kontrak dengan delapan tim. Sedangkan Nike menjadi pemasok alat-alat olahraga bagi tim yang berlaga di sana, menyerupai Brasil, Inggris, Belanda adan Amerika.

Para bintang bola menjadi rebutan perusahaan produk olahraga. Pemain Portugal Cristiano Ronaldo menjadi bintang iklan Nike sedangkan Lionel Messi membintangi produk Adidas.

 juta orang menonton simpulan antara Belanda melawan Spanyol Terkini Marketing Dunia Sepak Bola

Ada yang menarik bahwa sebagian besar iklan kini cenderung melalui media iklan di internet. Media sosial menjadi pertarungan iklan, menyerupai Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram. Penggunaan iklan di internet dipastikan akan makin berkembang di masa mendatang.

Video iklan Nike berlabel “Winner Stays” ditonton 80 juta orang. Sedangkan iklan Adidas berjudul “Messi’s Dream” diklik sampai 31 juta orang, menyerupai dilaporkan media "Wirtschaftswoche". Iklan Nike disebarluaskan (di-share) lebih 1,3 juta melalui media umum sedangkan Adidas 300 ribu kali.

Bola produksi Adidas berjulukan Brazuca merupakan simbol emosi pujian dan nama baik untuk semua umat manusia. Nama Brazuca ini yakni hasil voting online seluruh dunia.

Bagaimana sepak bola menjadi ajang promosi tak hanya dilakukan perusahaan peralatan olahraga. Berbagai perusahaan Indonesia juga memakai sepakbola sebagai ajang reklame. Garuda Indonesia menjadi sponsor klub sepakbola terkenal, Liverpool. Mulai Juni 2014, logo Garuda akan terpampang di jersey latihan The Reds.

Selain menjadi sponsor resmi untuk pelatihan kit Liverpool, durasi tayang brand/logo Garuda pada LED di sisi lapangan Anfield juga diperpanjang. Brand/logo tersebut akan ditayangkan pada setiap sabung yang dilaksanakan Liverpool sepanjang isu terkini 2014/2015 sampai 2015/2016.

 juta orang menonton simpulan antara Belanda melawan Spanyol Terkini Marketing Dunia Sepak Bola

BNI menjadi sponsor perbankan pertama yang dimiliki Chelsea FC di Asia. Dengan kerjasama ini, logo Chelsea akan tercetak di kartu kredit/debit BNI. Meskipun tidak ikut tampil di pinggir Stamford Bridge, logo BNI dan bahasa Indonesia akan tersedia di situs resmi Chelsea FC.

Kacang Dua Kelinci mensponsori klub Eropa juara Champions tahun ini yaitu Real Madrid. Kacang Dua Kelinci telah mendatangkan banyak sekali pemain jago Real Madrid termasuk bintang termahal asal Wales, Gareth Bale bulan lalu.

Bank Danamon menjadi sponsor klub utama Liga Premier Inggris, Manchester United yang mempunyai 30 juta penggemar di Indonesia. Danamon diberi ruang iklan produk Danamon pada Light Emitting Diode (LED) di sisi lapangan stadion Olf Trafford.

Demikian juga dengan Pertamina menjadi sponsor klub sepak bola AC Milan yang memang mempunyai pendukung fanatik sangat banyak di Indonesia. Di sejumlah kota besar di Indonesia, terdapat cabang Milanisti.

Indonesia sudah pernah mencoba mengkampanyekan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. Sebagai negara nomor 10 terbesar versi IMF, Indonesia pantas menjadi tuan rumah. Hanya saja memang tidak murah.

Sebagai gambaran, Brasil mengeluarkan US$11 miliar untuk membangun stadion dan infrastruktur. Tapi Brasil sendiri akan menerima pendapatan US$3 miliar selain imbas konkret lain di bidang ekonomi menyerupai peresapan tenaga kerja dan perbaikan infrastruktur. Tapi kita tak boleh mengubur harapan itu, alasannya tuan rumah Piala Dunia sanggup menjadi kebanggan bangsa.

(Rihad Wiranto)

Minggu, 04 Mei 2014

Terkini Lima Kunci Sukses Arema Di Awal Demam Isu 2014


Musim 2014 ini Arema Indonesia tampil begitu cemerlang dalam mengarungi kompetisi yang diikuti, baik di Indonesia Super League (ISL) maupun Piala AFC 2014. Di kancah lokal, Ahmad Bustomi dan kawan-kawan sementara ini sukses memuncaki wilayah barat. Tak kalah cemerlang, di kompetisi kasta kedua klub-klub Asia, Arema juga menyabet satu tiket ke babak 16 besar.

Dua sukses itu tak lepas dari beberapa faktor yang ketika ini sedang menaungi tim Singo Edan. Bukan hanya dari segi teknik tapi juga non teknik. Berikut lima faktor sukses Arema di awal animo ini yang berhasil dirangkum Goal Indonesia :

 ini Arema Indonesia tampil begitu cemerlang dalam mengarungi kompetisi yang diikuti Terkini Lima Kunci Sukses Arema Di Awal Musim 2014

SKUAD KOMPLIT BERTABUR BINTANG
Skuad yang dimiliki Arema pada animo ini boleh dibilang sebagai salah satu yang paling glamor di Indonesia. Deretan bintang lokal berlabel penggawa tim nasional Indonesia, senantiasa menghiasi starting line up Arema kala berlaga. Sebut saja Kurnia Meiga, Victor Iqbonefo, Ahmad Bustomi, serta Cristian Gonzales sekarang menjadi serpihan rencana instruktur Alfred Riedl untuk tim Garuda. Ada pula Benny Wahyudi, I Gede Sukadana, Juan Revi, Samsul Arif, serta rising star Irsyad Maulana, yang juga beberapa kali mendapat panggilan timnas.

Deretan bintang lokal tersebut terasa semakin lengkap bila kita menengok barisan pemain aneh yang memperkuat Singo Edan. Mulai dari Thierry Gathuessi yang menjadi duet ideal bagi Victor Iqbonefo di lini belakang, Gustavo Lopez yang menjadi kreator serangan di lini tengah, sampai Alberto Goncalves sang juru gedor yang selalu meneror gawang lawan.

Tak ada perbedaan yang mencolok antara pemain inti dengan cadangan. Itulah yang menjadi berkah tersendiri bagi Suharno dalam meracik tim. Pantas saja, Suharno tak pernah pusing bila ada salah satu pemain pada dasarnya yang sedang menderita cedera. Pun demikian ketika Arema harus dihadapi dengan jadwal padat di dua kompetisi. Suharno tak perlu takut untuk melaksanakan rotasi di setiap laga.

DUKUNGAN SUPORTER YANG SUPER FANATIK
"Dimana Kau Berlaga Kami Selalu Ada, Karena Kami Aremania” begitulah salah satu bait lagu yang kerap dinyanyikan oleh Aremania dari tribun kala mendukung tim mereka bertanding. Tak sekadar bernyanyi, Aremania benar-benar menandakan kesetiaan mereka terhadap tim berlogo kepala singa tersebut.

Ya, Aremania tak segan untuk mendukung tim mereka di sangkar lawan. Bahkan, proteksi Aremania telah menembus batas negara. Tercatat, pada animo ini Aremania setia mendampingi Arema kala tandang ke markas Maziya, Hanoi T&T, dan Selangor FA dalam berkelahi Piala AFC 2014.

Soal proteksi di berkelahi kandang, tak perlu diragukan lagi. Stadion Kanjuruhan selalu penuh dengan lautan insan dengan atribut birunya setiap Ahmad Bustomi dan kawan-kawan berlaga. Faktor suporter inilah yang menjadi motivasi penting bagi pemain Arema kala merumput. "Kami tidak ingin Aremania kecewa, mereka tiba dari jauh untuk mendukung Arema. Kami harus berikan kemenangan” ujar Victor Iqbonefo.

FINANSIAL SEHAT
Bicara soal suporter, tentunya ada pemasukan yang bakal didapatkan Arema dari penjualan tiket berkelahi kandang. Seperti musim-musim sebelumnya, penjualan tiket masih menjadi pilar utama yang menopang keuangan Arema dalam mengarungi kompetisi.

Untuk urusan pemasukan dari tiket pertandingan di Indonesia, sanggup dibilang Arema ialah juaranya untuk level ISL. Haram hukumnya bagi Aremania bila masuk ke stadion tanpa memakai tiket. Dalam dua animo terakhir, Arema juga mendapat banyak sponsor. Hal tersebut sanggup dilihat dari jubah tempur yang mereka pakai dihiasi banyak tempelan logo sponsor. Untuk urusan ini, Arema mungkin hanya kalah dari Persib Bandung yang juga punya sederet sponsor.

Praktis, situasi itu menciptakan kondisi keuangan Arema stabil. Jangan lupa juga, sokongan dana yang dikucurkan pengusaha Nirwan Dermawan Bakrie, yang semakin mempertebal kantong finansial juara ISL 2009/10 ini.

Dengan kondisi menyerupai itu, nyaris tidak pernah terdengar keluhan pemain wacana telatnya pembayaran honor atau duduk kasus finansial lainnya. Dampaknya, pemain hanya fokus pada kewajiban mereka untuk bertarung di lapangan alasannya ialah hak-hak mereka sebagai pemain selalu terpenuhi.

 ini Arema Indonesia tampil begitu cemerlang dalam mengarungi kompetisi yang diikuti Terkini Lima Kunci Sukses Arema Di Awal Musim 2014

KEKOMPAKAN TIM PELATIH DAN MANAJEMEN
Selain pemain, kesolidan Arema pada animo ini juga sanggup dilihat dari kekompakkan yang terjalin antara tim instruktur dan jajaran manajemen. Program-program yang dibentuk oleh duet instruktur Suharno-Joko Susilo untuk para pemain selalu mendapat proteksi dari tim manajemen.

Dukungan penuh dari jajaran manejemen terlihat terperinci dari kehadiran Iwan Budianto di setiap pertandingan Arema. CEO Arema tersebut bahkan kerap menunjukkan motivasi bagi para pemain sebelum maupun sesudah pertandingan. Situasi ini semakin menciptakan suasana tim lebih kondusif.

KEBIJAKAN TRANSFER YANG TEPAT
Kebijakan transfer pemain yang diambil administrasi Arema pada animo ini sejauh ini sanggup dibilang sangat tepat. Mayoritas pemain yang membela tim pada animo kemudian masih dipertahankan. Mereka pun memulangkan kembali beberapa pemain yang sempat berkelana ke klub lain menyerupai Ahmad Bustomi, Arif Suyono, dan Juan Revi Auriqto.

Selain itu, beberapa penyempurnaan dilakukan dengan mendatangkan Samsul Arif dan Gustavo Lopez. Terbukti, keduanya ketika ini menjadi salah satu pilar penting Singo Edan. Samsul sanggup menggantikan tugas Greg Nwokolo yang dilepas ke Persebaya Surabaya. Sementara Gustavo menjadi kreator serangan bagi Arema.

Selasa, 08 April 2014

Terkini Nirwan Bakrie, Aremania Dan Pilpres

Sejak muncul gagasan membentuk klub Arema Malang di masa 80-an, Nirwan Bakrie ialah sosok yang sangat bersahabat di indera pendengaran Aremania. Tercatat dalam sejarah klub, Nirwan ialah sosok yang membantu mimpi mendiang Acub Zaenal dan putranya Lucky Adrianda Zaenal mendirikan tim sepakbola.

Tanpa campur tangan pengusaha itu, mungkin Arema yang kini berubah nama menjadi Arema Cronus tak akan pernah ada. Seiring perjalanan waktu, Nirwan Bakrie hanyalah sosok yang tercatat dalam buku sejarah Arema saja, tanpa pernah muncul eksklusif di Malang.

Sejak muncul gagasan membentuk klub Arema Malang di masa  Terkini Nirwan Bakrie, Aremania dan Pilpres

Selama eksistensi Arema pula, pula sosok Nirwan Dermawan Bakrie masih misterius. Namun, sosok yang kini memegang 100 persen saham Singo Edan tersebut balasannya menampakkan dirinya di Malang. Penampakan yang kemudian memunculkan bermacam-macam spekulasi alias isu.

Nirwan tiba membawa buah tangan bagus bagi Aremania, yakni rencana pembangunan stadion serta mimpi mengakibatkan Arema tim yang lebih bergengsi. Rencana yang menciptakan Aremania mabuk kepayang, apalagi diucapkan eksklusif dari bibir seorang Nirwan Bakrie.

Terlepas dari relasi big boss dengan klub sepak bola miliknya, segudang pertanyaan juga muncul dari kehadiran Nirwan di Malang. Seorang rekan Aremania merasa kurang nyaman alasannya ialah kedatangan tersebut dirasakannya bernuansa politis, terutama dikaitkan dengan sejumlah fakta.

Kebetulan kedatangan Nirwan bertepatan dengan kampanye sebuah partai politik di Malang. Bukan belakang layar lagi, Aburizal Bakrie yang notabene abang kandung Nirwan, menjadi calon presiden dari partai tersebut. Rekan saya tadi kemudian bertanya, "Setelah sekian tahun, kenapa munculnya sekarang...?"

Pertanyaan itu semakin besar alasannya ialah seorang big boss mengunjungi klubnya bukan ketika pertandingan besar. Nirwan tiba eksklusif ke stadion dan 'hanya' disuguhi pertandingan ujicoba berformat trofeo yang melibatkan Arema Cronus, Persikoba Batu serta Persekam Metro FC.

Mungkin alasannya ialah Nirwan gres mempunyai waktu luang di tengah kesibukannya sebagai pengusaha. Mungkin, berdasarkan saya semua berhak memberi evaluasi terkait eksistensi Nirwan serta kampanye partai politik berwarna kuning, selaras dengan warna kostum Arema di ujicoba trofeo tersebut.

Kalau pun kemudian ada jadwal tertentu yang publik tidak tahu, berdasarkan saya juga wajar-wajar saja. Keterlibatan seorang politisi di klub sepakbola bukan sesuatu yang terlarang. Silvio Berlusconi, pemilik AC Milan juga seorang politikus dan juga menjadi perdana menteri Italia.

Aremania terlihat susah payah menampik cibiran bahwa mereka bukan alat politik dan tidak akan pernah terlibat dalam urusan politik. Tak sedikit supporter rival yang menyindir keterlibatan partai di tim dengan kostum pujian biru. Kenapa situasi ini dijadikan materi cemoohan ?

Dalam pandangan saya, kondisi sepak bola Indonesia yang mengakibatkan situasi ini dianggap miring. Publik lebih banyak didominasi memandang urusan politik sangat kuat pada prestasi atau eksistensi sebuah klub di kompetisi. Ini rujukan pikir klasik dan berdasarkan saya sangat "bodoh". Bakrie yang pernah kuat di PSSI, dianggap bakal memberi laba bagi Arema, begitu sederhananya.

Politik juga dianggap sebagai momok yang mengacaukan sepak bola nasional. Sepak terjang politikus di organisasi sepakbola, banyak sekali manuver politis yang sering tak masuk akal, sikut-sikutan demi kepentingan Goalongan, sampai permusuhan pribadi, ialah warna-warni sepak bola Indonesia. Dari situ balasannya publik bola alergi dengan yang namanya politik di olah raga paling digemari masyarakat Indonesia.

Saya menyadari posisi Aremania sangat sulit. Mau tak mau mereka menghadapi cemoohan bahwa tim Singo Edan identik dengan salah satu partai politik. Padahal Nirwan Bakrie sangat berbeda dengan Aburizal Bakrie. Secara praktis, Nirwan tidak pernah larut eksklusif dalam politik ibarat yang dilakukan Ical. Tapi rupanya rival tidak mau tahu dengan itu. Bagi mereka Bakrie ya tetap Bakrie, apa pun nama depannya.

Dari ulasan di atas, saya menyimpulkan aroma politis di Singo Edan sepenuhnya tergantung Aremania sendiri. Mereka sendiri yang memilih terlibat atau tidaknya di politik praktis. Sejauh Arema tetap berjalan di rel profesionalisme sepak bola nasional, tidak ada yang perlu dicemaskan.

Apa pun situasinya ketika ini, harus diakui Arema Cronus justru sangat beruntung mempunyai big boss Nirwan Bakrie. Sedikit sekali sosok yang mempunyai kesepakatan di dunia sepak bola ibarat beliau sampai membeli klub ibarat Brisbane Roar (Australia) dan CS Visse (Belgia). Semua tentu tak dapat membayangkan bagaimana nasib Arema jikalau awal ekspresi dominan kemudian tidak diakuisisi Bakrie. Mungkin tim yang berdiri pada 11 Agustus 1987 tersebut masih mengalami defisit finansial dan tidak menjadi tim yang kompetitif ibarat sekarang.

Sejak muncul gagasan membentuk klub Arema Malang di masa  Terkini Nirwan Bakrie, Aremania dan Pilpres

Komunitas selalu menjadi komoditi dalam politik. Aremania yang mempunyai domain sangat besar dan terbilang solid, tentu menggiurkan bagi semua partai politik untuk mencari dukungan. Hanya saja, tanpa disadari para politikus, partai politik justru menghadapi resistensi besar di dunia olahraga.

Saya melihat sebagian besar Aremania justru ogah dikaitkan dengan urusan politik, baik pemilu legislatif (Pileg) maupun pemilihan presiden (Pilpres). Jadi, seandainya saja kedatangan Nirwan Bakrie mempunyai jadwal sampingan yakni membantu partai kuning, sepertinya tak akan banyak memengaruhi pilihan politis Aremania.*


(wbs/koransindo)