This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 11 Desember 2011

Terkini Evaluasi Kelayakan Pemain Timnas Bukan Monopoli Pssi

"Habis Manis Sepah Dibuang", Itulah yang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia (PSSI). Setelah sama-sama punya wangsit besar menggantikan Nurdin Halid dari tapuk PSSI dan dipilihnya Djohar Arifin Husin menjadi Ketua Umum PSSI, situasi justru semakin memanas. Lagi-lagi, ricuh soal kompetisi dan kebijakan yang diberlakukan. Ironisnya, klub yang dulu menentang Nurdin Halid, kini kembali menjadi penentang PSSI sekarang.

 Itulah yang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia  Terkini Penilaian Kelayakan Pemain Timnas bukan Monopoli PSSI

Klub PSSI dikala ini, memecahkan diri dalam melangsungkan kompetisi. Ada yang ikut Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Tak ayal, Djohar pun bikin ultimatum yang nyaris sama dengan Nurdin Halid. Tiba-tiba kompetisi LSI dinyatakan ilegal. Sedangkan kurun Nurdin Halid, LPI yang dinyatakan tidak sah.

Dan pekan lalu, Djohar bikin ketegasan. Mengacu pada Statuta FIFA, maka timnas tertutup bagi pemain yang berlaga di LSI. Dan keputusan itu, sama persis dengan Nurdin Halid untuk pemain LPI yang dikomandoi Arifin Panigoro.

"Acuan yang digunakan yaitu Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA yaitu dilarang," ujar Djohar dikala pertemuan dengan klub divisi utama, pekan lalu.

Dalih penegasannya, kata Djohar, kebijakan itu telah diingatkan oleh FIFA melalui Direktur Pengembangan Organisasi dan Asosiasi, Thierry Regenass. "Kita maunya semua ke timnas, asalkan prestasinya bagus. Tapi ini FIFA yang mengingatkan, bukan Djohar," katanya.

Atas nama PSSI, Djohar mengatakan, dirinya menyalahkan klub atau pengurus yang bergerak di PT Liga Indonesia yang menjadi tubuh pengelola LSI. Dan dianggap memecah belah. "Yang hancurkan timnas bukan kami, tapi mereka. Makanya kita kerja keras lagi bangkit timnas, lantaran tidak mau dieksekusi FIFA."

Pernyataan Djohar ditanggapi Presiden Kehormatan Arema Indonesia, Rendra Kresna. Ia mengatakan, layak tidaknya seorang pemain masuk skuad tim nasional (Timnas) bukan kewenangan PSSI, melainkan instruktur dan masyarakat yang ikut menilai kualitas pemain.

 Itulah yang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia  Terkini Penilaian Kelayakan Pemain Timnas bukan Monopoli PSSI

Selain pelatih, kata Rendra, masyarakat juga ikut memilih layak dan tidaknya seorang pemain bola masuk timnas. Apakah pemain itu dikala ini berkompetisi di Liga Super Indonesia (LSI) atau Liga Primer Indonesia (LPI) juga tidak masalah, yang terpenting yaitu kualitasnya.

Namun demikian, kalaupun para pemain yang dikala ini merumput di ajang LSI tidak dapat memperkuat Timnas, juga tidak masalah. "Yang terperinci dikala ini ada persoalan serius di tubuh PSSI," ungkapnya menyerupai dilansir Antara.

Meski para pemain yang berlaga di ajang LSI tidak dapat memperkuat timnas, kompetisi LSI di Tanah Air akan tetap bergulir. "Saya yakin para pemain yang sebelumnya memperkuat timnas dan kini berkiprah di LSI, tidak akan 'lari' ke LPI," ujar Rendra.

Bahkan, sebagian besar pemain timnas senior maupun U-23 yaitu pemain yang dikala ini berlaga di ajang LSI. Buktinya, Bambang Pamungkas, Christian Gonzales, Firman Utina, Diego Michell, Yongki Aribowo, Achmad Bustomi, Zilkifli Syukur dan sebagian pemain Persipura Jayapura. Sedangkan yang tercatat memperkuat tim LPI yaitu Kurnia Meiga, Irfan Bachdim, dan Andik Vermansyah.

Menurut Rendra yang juga Bupati Malang itu, tak bisanya pemain LSI memperkuat timnas itu disebabkan oleh ketidakjelasan PSSI. Pembinaan pada pemain juga tidak terperinci arahnya.

Ia mengemukakan, tidak masuknya timnas bagi pemain LSI bukanlah selesai dari segalanya. Sebab bukan PSSI yang memilih komposisi pemain timnas. Dan, masyarakat niscaya tahu siapa pemain yang layak untuk memperkuat tim Garuda.

"Saya rasa tidak ada pengaruhnya bagi pemain, bila PSSI memilih kebijakan tersebut. Apalagi kompetisi LSI sudah bergulir dan sesuai hasil kongres PSSI di Bali," ujar Rendra.

Kepengurusan PSSI di kurun sebelumnya juga pernah mengeluarkan kebijakan larangan bagi pemain LPI memperkuat timnas. Kebijakan itu dinilai oleh pengurus yang kini sebagai kebijakan diskriminatif, namun kebijakan itu kini justru diterapkan.

Atas perseteruan itu, Badan Olahraga Profesional (BOPI) kembali turun tangan. Organisasi yang pernah menunjukkan legalitas kepada LPI, kini memberi legalitas juga kepada LSI yang dianggap sebagai turnamen.

Ketua Umum BOPI, Gordon Mogot pernah mengatakan, kompetisi profesional di Indonesia hanya LSI yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). "PT LPIS sudah disahkan PSSI. Kami sudah melaksanakan kajian, ternyata memang tidak ada APBD, sehingga kami mengetahui bahwa mereka olahraga profesional," ujar Gordon. Bila BOPI menunjukkan rekomendasi, hanya bersifat turnamen bagi event yang berlangsung di luar induk organisasi.

Sementara itu, Pelatih Timnas U23, Rahmad Darmawan berharap, konflik sepak bola Indonesia segera diselesaikan. Karena dikhawatirkan, pemain yang akan menjadi korban. Yang terjadi dikala ini bukan salah pemain, lantaran bawah umur tidak tahu apa-apa," ujar Rahmad.

 Itulah yang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia  Terkini Penilaian Kelayakan Pemain Timnas bukan Monopoli PSSI

PSSI, menurut statuta FIFA pasal 79, menutup pintu masuk timnas buat pemain yang timnya berlaga di LSI. RD -sapaan erat Rahmad Darmawan- mengatakan, keharusan mematuhi hukum FIFA akan menciptakan timnas Indonesia kehilangan hampir seluruh pemain intinya.

Untuk timnas U-23 saja, nama-nama yang menjadi bintang di SEA Games XXVI lalu, menyerupai Okto Maniani, Patrich Wanggai, Diego Michiels, Titus Bonai dikala ini bermain di LSI. Jika itu diberlakukan, maka kata RD, sangat sulit membentuk skuad yang tangguh. Karena, dengan pilihan yang jadi sangat terbatas. Itulah kondisi PSSI dikala ini.

(Rusman)

Jumat, 02 Desember 2011

Terkini Pssi Serasa Ditampar Bopi...

PSSI semakin tertampar sehabis Badan Olahraga Profesional Indonesia ( BOPI ) menyatakan tidak ada pelarangan terhadap Liga Super Indonesia ( LSI ). Padahal sebelumnya PSSI sempat melempar isu bahwa BOPI tidak mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan LSI.

Seperti yang diberitakan situs goal.com BOPI menyatakan tidak pernah mengirim surat yang berisi larangan LSI. Bahkan sebagai kepanjangan tangan pemerintah, BOPI tidak akan melarang pihak – pihak yang ingin memajukan olahraga Indonesia.

Hal serupa dilakukan oleh BOPI dikala memperlihatkan “persetujuan” terhadap Liga Primer Indonesia besutan Arifin Panigoro yang hanya bergulir setengah musim. Bahkan dikala itu Liga Primer Indonesia diisi oleh klub – klub yang gres lahir dan bukan anggota PSSI. Sedangkan ISL demam isu 2011/2012 diisi oleh klub – klub anggota PSSI.

Dengan adanya pernyataan “silahkan jalan” dari BOPI ini maka penyelenggaraan ISL yang telah dinanti – nanti suporter sepakbola Indonesia akan berjalan semakin mulus. Isu tidak akan dikeluarkannya izin keramaian oleh pihak keamanan hanya menjadi kabar angin belaka. Sikap BOPI ini disambut antusiasme oleh Panpel Persib Bandung yang pada tanggal 3 Desember nanti akan menghadapi Persiram Raja Ampat.

Sikap BOPI ini juga akan dengan sendirinya menghapus keraguan soal izin kerja pemain asing. Izin kerja dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi dan Depnaker Pusat. Contoh para pemain absurd yang berlaga di kompetisi LPI kemarin tanpa ada rekomendasi PSSI menerangkan bahwa PSSI hanya mengeluarkan rekomendasi bukan memperlihatkan izin.

PSSI semakin tertampar sehabis Badan Olahraga Profesional Indonesia  Terkini PSSI Serasa Ditampar BOPI...

PSSI, menyerupai yang dikatakan oleh Bernhard Limbong, akan mencoba rekonsiliasi dengan klub – klub yang berada di ISL. Inilah yang selama ini hilang dari PSSI. PSSI kerap kali mengeluarkan kebijakan – kebijakan tanpa berkomunikasi dengan klub – klub sepakbola. Padahal klub – klub sepakbola inilah yang menentukan para anggota exco PSSI. Tetapi justru sehabis terpilih mereka melupakan klub – klub dalam pengambilan keputusan terkait kompetisi. Apalagi keputusan – keputusan kompetisi seringkali kontroversial.

Praktis – mudahan langkah BOPI ini akan menyadarkan PSSI sehingga mau merubah sikap, mau mendengarkan aspirasi, dan mau berubah untuk kebaikan sepakbola Indonesia.

But Until then, Let’s Enjoy Indonesian Super League…..


(original-post : Catatan Bujangan)

Terkini Pssi Panik... !!!

Liga Prima Indonesia ( LPI/IPL) sebagai Kompetisi asuhan PSSI kabinet Djohar Arifin terancam eksistensinya. Hal ini dikarenakan klub – klub besar sepakbola Indonesia menentukan untuk mengikuti Liga Super Indonesia( LSI ), meneruskan apa yang telah mereka jalani beberapa tahun terakhir ini. Terakhir Persib Bandung menetapkan untuk mengikuti Liga Super Indonesia, sesudah syarat yang mereka ajukan, bahwa IPL harus diikuti 18 klub sesuai kongres Bali tak dipenuhi PSSI.

Pertanyaannya mengapa LPI tidak diminati oleh klub – klub besar yang memiliki basis suporter dengan jumlah besar? Hal ini diakibatkan oleh ketidakjelasan PSSI dalam merancang kompetisi.

 sebagai Kompetisi asuhan PSSI kabinet Djohar Arifin terancam eksistensinya Terkini PSSI Panik... !!!
Awal sekali PSSI menghapus kasta – kasta sepakbola dengan membuka registrasi bagi semua klub sepakbola dari banyak sekali divisi dan bahkan klub – klub LPI ( liga setengah animo yang dibuat Arifin Panigoro ) untuk dapat mengikuti kompetisi teratas / level I, persyaratan registrasi hanya seputar problem administrasi. Namun akhirnya, walaupun banyak klub dari banyak sekali divisi mendaftar, PSSI yang dikritik, kembali menetapkan klub eks LSI animo kemudian yang menjadi penerima kompetisi teratas ( sebab memang begitu seharusnya ).

Tetapi kemudian langkah lain diambil PSSI dengan memperlihatkan promosi gratis kepada 6 klub dari divisi utama dengan alasan yang dibuat – buat menyerupai pesanan sponsor dan klub bersejarah. Sehingga jumlah penerima kompetisi level I menjadi 24 klub. Mayoritas klub eks LSI menolak hal ini, sebab ini sama saja meniadakan nilai – nilai sportivitas.

Disisi lain, PSSI kolam seorang ilmuwan, menciptakan kloningan – kloningan klub – klub. Persija dan Arema ialah dua klub yang menjadi kelinci percobaan PSSI. PSSI malah mengakui Hadi Basalamah sebagai pemilik Persija. Hal yang sangat ditolak. Karena Hadi Basalamah tak dikenal sebelumnya dan malah merupakan pemilik Jakarta FC ( klub eks LPI ). Kini Persija Basalamah ( yang bergotong-royong PS .Halim ) berisikan para serdadu Angkatan Udara dan pemain – pemain eks Jakarta FC. Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan ikon Persija, tetap bergabung dengan Persija dibawah kepemimpinan Ferry Paulus, ketua yang terpilih menurut Rapat Umum Anggaran klub – klub anggota Persija.

Terakhir yang menjadi materi ujicoba PSSI ialah PSMS. PSMS yang menetapkan setia di PT.Liga Indonesia, dibuatkan kloningannya oleh PSSI dengan nama PSMS 1950.

Persib sempat diisukan dibuat kloningan, dengan nama Persib 1933 ( nama khas klub – klub bentukan Arifin Panigoro yang selalu mencantumkan tahun dibelakang nama klub ). Beruntung tidak hingga terjadi, sebab “Maung Bandung” akhirnya ikut LSI.

Dalam sebuah artikel disebutkan kenapa hingga ada klub – klub KW/kloningan. Ini tak lain ialah perjuangan PSSI yang ingin menerapkan sistem pengelolaan klub sesuai keinginan mereka sekaligus meraup untung dari klub – klub kloningan tersebut dengan melihat fakta bahwa klub – klub ini merupakan klub besar dan bersejarah.

Sistem pengelolaan klub yang diinginkan PSSI ialah apa yang diterapkan di LPI (Liga Setengah Musim). Klub – klub akan dihidupi oleh PSSI melalui dana santunan kesannya semua pemasukan klub dari tiket penonton, sponsor, dan lain – lain eksklusif masuk ke PSSI. PSSI menginginkan semua klub yang ikut dalam LPI/IPL didanai oleh konsorsium tunggal.

Namun secara umum dikuasai klub menolaknya, sebab APBD sudah dihentikan untuk dipakai klub, dan dampak lainnya ialah klub – klub akan diatur oleh PSSI hingga kedalam – dalamnya. Beberapa klub yang sudah berdikari pun menolak dengan sistem ini.

Disisi lain, LPI ( liga setengah musim) meninggalkan hutang yang besar, dan melalui LPI PSSI mencoba menutupi hutang. Munculnya klub – klub kloningan pun sebab perjuangan untuk membayar hutang. Mereka menciptakan kloningan dengan harapan, klub – klub besar akan mendatangkan penghasilan yang besar pula. Tapi yang dilupakan PSSI ialah suporter pun tahu mana yang orisinil dan palsu.

PSSI juga tidak siap dan berpengalaman dalam menangani kompetisi. Orang – orang yang sekarang diserahi tanggungjawab untuk menangani kompetisi ialah orang – orang yang terbiasa mengurus bisnis tambang. Jadwal pun dicicil buatnya, tidak ada kejelasan.

Pertandingan yang digelar Sabtu ( 26/11 ) dan Minggu ( 27/11 ) meninggalkan dongeng unik. Karena terlihat sekali ketidaksiapannya. Bola yang akan dipakai terdiri dari banyak sekali macam merk. Perangkat pertandingan tidak tersusun rapi. Asisten wasit yang ditugaskan dalam pertandingan Persiba Bantul ternyata domisili di Bantul juga.

Tetapi PSSI justru tidak menganggap semua kritikan dan masukan. Mereka yakin merekalah andal dalam kompetisi tanpa mau mencar ilmu dari yang pengalaman.

Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun TV, seorang Wartawan Senior, menyebutkan bahwa LPI ialah kompetisi profesional dan berdaya jual. Suatu pernyataan yang kontradiktif sebab apa yang terjadi ialah kebalikan dari kata – kata yang diucapkannya. Tapi tak aneh, sebab TV itu memang merupakan pendukung Arifin Panigoro semenjak Liga Setengah Musim bergulir.

Yang terang PSSI panik namun terus berusaha menutupi kepanikan mereka.

(original-post : Catatan Bujangan)

Rabu, 30 November 2011

Terkini Skuad Arema Indonesia Segera Diperkenalkan Ke Publik

Skuad Arema Indonesia yang dipersiapkan untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) akan segera diperkenalkan / dilaunching kepada Aremania dan warga Malang Raya. Dijawalkan pada hari Minggu tanggal 04 Desember 2011 pukul 10.00 wib pagi bertempat di gedung Graha Cakrwala Universitas Negeri Malang / UM program launching singo Edan Arema Indonesia akan diadakan.

Skuad Arema Indonesia yang dipersiapkan untuk kompetisi Indonesia Super League  Terkini Skuad Arema Indonesia Segera Diperkenalkan ke Publik

Manajer Media Officer PT.Arema Indonesia Sudarmaji menyatakan format ataupun isi program tersebut yaitu memperkenalkan pemain Arema Indonesia, bersamaan peluncuran kostum atau jersey yang akan digunakan pemain tersebut selama kompetisi ISL berlangsung.

Berikut Daftar Nama Lengkap Pemain Arema Indonesia yang telah resmi dikontrak :

Penjaga Gawang :     Dian Agus Prasetyo (eks Pelita Jaya)     Rudi Ardiansyah (eks Tangerang Wolves)  Pemain Belakang :     Charis Yulianto (eks Sriwijaya FC)     Semme Piere Patrick (eks Persema Malang)     Sujarwoko (eks Metro FC)     Khusnul Yuli (eks Persebaya)     Nurul Mauludi (eks Metro FC)     Kerry Yudiono  Pemain Tengah :     Luki Ari (Arema U-21)     Oki Deri     Gilang ( Arema U-21)     Andik Faturahman (Arema U-21)     Supriadi     Kim yong Hee ( eks Sriwijaya FC)     Irsyad Aras (eks PSM)     Catur Pamungkas (eks Metro FC)  Pemain Depan :     Beni Kristian (eks Metro FC)     Marcio Souza (eks Deltras Sidoarjo)     Nanda     Dicky Firasat

(sumber:malangsoccwenews.web.id)

Minggu, 27 November 2011

Terkini Wolfgang Pikal Instruktur Singo Edan Ekspresi Dominan 2011 - 2012

Ujicoba Arema [ISL] melawan Persekab yang dimenangkan oleh Arema [ISL] 6-3 kemarin terasa istimewa lantaran mantan ajun instruktur timnas senior Wolfgang Pikal telah resmi menangani Arema Indonesia yang akan tampil di Liga Super Indonesia (ISL) 2011/12. Manajemen Arema Indonesia mengontrak Pikal selama satu musim.

Kemarin, instruktur berlisensi B UEFA ini memasuki stadion didampingi Direktur PT.Arema Indonesia Rudi Widodo, dan eksklusif menyapa para supporter Aremania yang memadati stadion Kanjuruhan untuk melihat uji coba tersebut. Wolf mengaku bahagia bergabung dengan Arema. Sebelumnya, Pikal sempat berharap bisa menangani salah satu klub di Indonesia sehabis tidak menjadi ajun instruktur di tim nasional.

 melawan Persekab yang dimenangkan oleh Arema  Terkini Wolfgang Pikal Pelatih Singo Edan Musim 2011 - 2012

Dia menyampaikan jikalau bukan menjadi diam-diam umum lagi Arema Indonesia yaitu salah satu klub terbesar di Indonesia. Apalagi didukung suporter fanatiknya, Aremania. Dia bilang bahwa Arema yaitu klub yang top di Indonesia.

"Setelah saya nanti malam (kemarin red.) sudah menuntaskan kontrak dengan administrasi eksklusif saya akan adakan meeting dengan team jajaran pelatih," ujar laki-laki yang usang tinggal di pulau Dewata Bali tersebut.

Media officer Arema Sudarmaji mengungkapkan, alasan administrasi klub mengontrak Pikal disebabkan banyaknya pihak yang menginginkan Singo Edan ditangani instruktur berpengalaman di tim nasional.

“Apalagi Aremania dan pecinta sepakbola di Malang Raya sudah mengetahu reputasi Wolfgang Pikal,” kata dia.

“Manajemen berharap semoga Aremania memperlihatkan dukungan, sekaligus saran dan masukan kepada administrasi maupun tim, semoga persiapan Arema Indonesia menghadapi ISL nanti berjalan dengan baik, dan bisa mengukir prestasi di ISL.”

Ditambahkan, Arema masih perlu banyak evaluasi. Mengingat waktu sangat mepet menghadapi ISL, Pikal harus segera menyusun jadwal percepatan untuk persiapan tim yang tangguh. Salah satu jadwal jangka pendek yang dilakukan bakal digelar TC selama tiga hari kedepan di Kota Batu.

Nantinya, Wolfgang juga akan dibantu oleh para instruktur yang sudah usang berada di Arema terlebih dahulu ibarat Joko Susilo, Dwi Sasmianto dan Siswantoro untuk membentuk dan mempersiapkan team Arema Indonesia menuju kompetisi Indonesia Super League atau ISL

 melawan Persekab yang dimenangkan oleh Arema  Terkini Wolfgang Pikal Pelatih Singo Edan Musim 2011 - 2012

Profil Wolfgang Pikal (by Wikipedia)

Wolfgang Pikal (lahir di Wina, Austria, 1 November 1967; umur 43 tahun) yaitu mantan ajun instruktur tim nasional sepak bola Indonesia dikala posisi instruktur dijabat Alfred Riedl.

Pikal sempat menjadi pesepakbola dengan berkarir bersama klub divisi tiga SR Donaufeld, sampai usia 22 tahun, dan terpaksa berhenti dari karirnya sebagai pemain sepakbola akhir patah engkel. Pikal kemudian berkeliling dunia sebelum kesannya berlabuh di Bali. Di Bali ia bertemu dengan perempuan Indonesia yang kemudian menjadi istrinya. Pikal lantas memulai hidupnya yang gres dengan merintis bisnis tekstil.

Selama 10 tahun ia tak menyentuh soal sepakbola. Namun berkat pertemuannya dengan Dick Buitelaar mantan instruktur PS Perseden Denpasar, Pikal kembali terlibat dalam dunia sepak bola. Sejak 1999 Pikal lantas menekuni bidang kepelatihan dengan melatih sejumlah klub di Bali. Ia lantas menimba ilmu kepelatihan di klub-klub top Eropa termasuk Arsenal, Aston Villa dan Ajax Amsterdam dan sekarang telah mempunyai 20 akta kepelatihan, diantaranya Lisensi B UEFA, Lisensi FA, dan KNVB Belanda. Di Bali, Pikal menangani tim anabawang di Akademi Real Madrid Asia.

Awal perkenalannya dengan Riedl bermula dari seorang teman pada 2008. Riedl yang ketika itu masih melatih klub Vietnam Haipong tertarik dengan "presentasi" Pikal melalui cuilan dvd. Pikal kemudian menghabiskan waktu bersama Riedl selama dua pekan untuk berguru teknik kepelatihan. Riedl lantas berjanji akan menghubunginya jikalau jadi bekerja di Indonesia. Dua tahun kemudian, Riedl mendapatkan ajuan untuk menjadi instruktur timnas Indonesia dan ia menunjuk Pikal sebagai asistennya.

Jumat, 25 November 2011

Terkini Arema Indonesia - Japan University Football Association (Juva)


Arema Indonesia yang bakal memulai kompetisi Indonesia Super League (ISL), digandeng JUFA Jepang untuk membuatkan pendidikan sepak bola usia dini di Malang.

Singo Edan menjalin kerjasama dengan Japan University Football Association (JUFA) atau Asosiasi Sepak Bola Liga Mahasiswa Jepang.

Media Officer Arema Indonesia, Sudramadji, mengungkapkan bahwa pembicaraan kerjasama ini sudah dimulai semenjak tahun lalu, tepatnya sebelum menghadapi Cerezo Ozaka, Jepang.

"Salah satunya, pertemuan itu akan menindaklanjuti pertemuan Manajemen Arema Indonesia dengan Japan University Football Association (JUFA), atau tim sepak bola mahasiswa di Jepang dikala mengikuti LCA tahun lalu," terang Sudarmadji, Jumat (25/11/2011).

Utusan yang tiba tersebut diantaranya ialah Executive Director JUFA, Kent Takahashi dan Masahiro Inui, Team Manager Fukuoka University Football Club, salah satu tim dibawah naungan binaan JUFA.

Dukungan suporter fanatik, Aremania, serta pengembangan sepak bola usia dini yang mulai dirintis Arema diakui Kent sebagai salah satu faktor ketertarikan JUFA, demikian diungkapkan Sudarmadji.

“Makanya, pihak JUFA ingin bekerja sama dalam pengelolaan usia dini. Adapun tahap awal yang akan dilakukan ada dua program. Yakni Coaching Clinic kerjasama JUFA dengan Arema Indonesia, dan pertandingan ujicoba,” akunya.

“Acara bakal digelar pada 19-20 Maret 2012. Untuk aktivitas Coaching Clinic nanti akan melibatkan kalangan pelajar usia 10-14 tahun untuk diberikan pendidikan dan wawasan wacana sepak bola," katanya.

Masih berdasarkan Kent, tim dibawah naungang JUFA itu sudah melaksanakan keliling ke banyak sekali Negara untuk menimba ilmu. Lalu, dipilihlah Indonesia, alasannya ialah kompetisi di Indonesia sangat bagus, dan mendapat pemberian yang besar dari penontonnya. "Selain itu, banyak pemain jepang yang juga bermain di Indonesia," ujarnya.

Keuntungan lain yang didapat Arema antara lain ialah jalan masuk lebih gampang untuk melaksanakan pendekatan kepada para alumnus JUFA. “Bahkan, sanggup merekrut untuk menjadi bermain di Arema Indonesia. Program ini akan direalisasikan pada tahun 2012 mendatang," tandasnya.

Terkini Jadwal Arema Indonesia Putaran I Kompetisi Isl 2011 - 2012

Jadwal Arema Indonesia Putaran I Kompetisi ISL 2011 - 2012

HARI TANGGAL PERTANDINGAN

SELASA 06 Des 2011 AREMA INDONESIA vs PERSELA LAMONGAN SABTU 10 Des 2011 PERSIBA BALIKPAPAN vs AREMA INDONESIA RABU 14 Des 2011 GRESIK UNITED vs AREMA INDONESIA RABU 04 Jan 2012 AREMA INDONESIA vs PERSIRAM RAJA AMPAT MINGGU 08 Jan 2012 AREMA INDONESIA vs SRIWIJAYA FC JUMAT 13 Jan 2012 PERSIDAFON DAFONSORO vs AREMA INDONESIA RABU 18 Jan 2012 DELTRAS SIDOARJO vs AREMA INDONESIA MINGGU 22 Jan 2012 AREMA INDONESIA vs PSMS MEDAN SABTU 28 Jan 2012 AREMA INDONESIA vs PSAP SIGLI RABU 01 Feb 2012 PERSISAM SAMARINDA vs AREMA INDONESIA MINGGU 05 Feb 2012 MITRA KUKAR vs AREMA INDONESIA KAMIS 16 Feb 2012 AREMA INDONESIA vs PSPS PEKANBARU MINGGU 19 Feb 2012 AREMA INDONESIA vs PERSIJA JAKARTA MINGGU 11 Mar 2012 PELITA JAYA vs AREMA INDONESIA KAMIS 15 Mar 2012 PERSIB BANDUNG vs AREMA INDONESIA MINGGU 25 Mar 2012 AREMA INDONESIA vs PERSIPURA JAYAPURA KAMIS 29 Mar 2012 AREMA INDONESIA vs PERSIWA WAMENA